Menjilat matahari
Namun kamu,
Masih bisa menyemangati aku
Masih bisa menyediakan sesuatu untukku.
Kamu menemukan aku
Menikmati masa-masa
Tenggelam di matamu
Hanya sekali, sekira berjuang.
Biarkan langit mengutarakan isi hatinya
Berbicara untuk setiap sudut yang tersingkirkan
Itulah mengapa, langit mengagumi-mu
Mengagumi setiap sudutmu, hatimu murni sebening kilau.
Biarkan badai berlalu
Yang tertawa, bergolak. bergejolak.
Lupakan saja, lupakan dia
Pasang sabuk-mu
Kita putar haluan
Berhenti merisau
Yang berlalu, masa lalu
Mencoba memahami
Karena;
Sungguh kesian dia.
Muram durja;
Kawanan musisi
Wajah sore
Komedik setitik.
Mahkota tak terurus.
Serba-serbi nyentrik.
Dari situ pikiran liar,
Seni. Ilegal. & unik.
Semua ingin sekali menjadi (dibaca: dianggap) berbeda.
Tapi kenyataan semua sama-sama saja, sampul doang buat apa?

Komentar
Posting Komentar