Happy
source: google images.
Aku menyukai sekitarku
Mereka lucu-lucu
Mereka aneh-aneh
Merah delima mengingatkanku pada mereka.
Kenakalan remaja,
Seribu tahun menulis sastra
Mulai kembali, membawa tekanan
Sinar siang hari yang begitu menyejukkan hati
Aku seperti dibawa kembali pada masa '70an
Padahal aku tak tahu apa-apa tentangnya
Aku hanya sedang merasa se-frekuensi
Pola sebelum tertawa, fase setelah bersedih...
Pintu kamar itu terbuka sedikit,
Sekitar yang gelap, warna pintu yang kecokelatan
Musuh terbesarku yang menakutkan
Aku perlu berdamai... berteman dengannya
Sebelum aku akan pulang...
Aku ingin menyayanginya
Berkompromi dan memeluknya...
Mengusap ubun-ubunnya tanda sayangku.
Agar dia tak marah lagi
Memberontak dari dalam kesadaran diri
Dia yang terlalu hitam
Kini dialah adikku, dia adalah aku.
Menganggapnya lagi...
Memeluknya kemudian
Mengerti dia, memahami dia
Tak ingin menyerah pada dia
Tentang menutup buku, tentang keajaiban
Mencintai dan menerima dia sekali lagi
Yang terlupakan...
Yang aku dan dia juga satu energi...
Selamat tinggal,
Baik-baik di tempatmu sendiri
Saling menjaga, saling memantau, saling peduli
Dari tempat masing masing kita.
Terima kasih,
Selama ini kau ada untukku
Membiarkan aku bertahap,
Membiarkan aku mempelajari-mu.
Berdamai,
Baik-baiklah kita
Membiarkanku bertumbuh
Adalah caramu menunjukkan cinta padaku.
source: google images.
source: google images.



Komentar
Posting Komentar