Champion

source: google images.


Sekian dan sekian..

Sekian dan kesekian..

Sekian dan kesekian kalinya..

Maaf, tidak ada apa-apa disini. Aku hanya sedang bergumam. Men-tatari dan melingkari apa arti dan menjadi sosok yang kesekian. Hanya sedang mengembangkan pikiran saja, mencoba menikmati perjalanan terdalam dari proses berpikir, tidak, aku sedang tidak stress ataupun merasa tertekan. Aku menikmati ini semua, aku hanya sedang menjadi aku saja.

Hiraukan apa yang tidak bisa kamu tolerin, itu masalahmu. Menurutku memang, itu masalah besar, tapi, lebih baik begitu saja ketimbang kamu sangat mengganggu. Semoga cepat sembuh, nasehat dariku, cepat terbuka dengan yang namanya perbedaan. Kalau tidak kamu yang akan mati sendirian, kekesalan dan ketakutanmu membunuhmu. Semoga langit besertamu, itu saja.

Aku adalah tanpa tengah. Tanpa tengah itu sendiri. Aku adalah sosok yang disayangi ataupun paling dibenci, tak ada aku yang berada ditengah-tengah, sekalipun. Suka atau tidak suka. Mengapa begitu? Karena aku tidak peduli dengan kalian, aku ya aku, sulit untuk menyenangi kalian. Terima atau tidak terima sama sekali, aku yang tidak mau berubah jika tidak ada kenyamanan disitu.

Lukai aku, lukai saja jika kamu mampu. Dan kamu akan merasakan aku yang menghantam kamu sekali saja namun itu kuat. Tak ada masalah bagiku, aku tak peduli pada nasibmu. sobat jauhku pernah bercerita kepadaku, cuma cerita curhat yang lalu lalang saja. Dia bilang, "Aku tak pernah masalah jika aku dan musuhku sama-sama masuk neraka", menurutku dia punya jiwa yang merdeka, in a good way or in a bad way, itu urusan dia, aku hanya menghargainya.

Kamu merasa telah membodohiku, aku tak terganggu dengan itu semua, sebab aku selalu terbiasa terjaga. Yang sudah pasti, aku sedang mengamati kebodohanmu, yang tidak akan pernah kamu sadari kalau-kalau diriku selalu saja menyadarinya. Kamu terlalu lucu, terkadang merasa pintar itu banyak-keterbatasan-nya sedangkan tercerahkan itu tidak. Ini berbicara frekuensi.

Aku selalu bergairah untuk bertumbuh setiap waktunya. Apapun itu, pemikiran dan pencerahan. Dentuman ataupun penglihatan yang tak pernah terlihat mata realita, hanya mata hati yang terbuka yang bisa. Pencarian yang aku lakukan selalu dianggap sebelah-mata dan aku tak ingin menjadikan ini sebagai masalah yang besar, siapapun boleh menganggap dirinya benar, perspektif terlalu luas jika hanya dipakai untuk salah-menyalahkan. 

Seni. Selalu memberikan lowongan pekerjaan kepada se-siapapun makhluk yang ingin mencari dia, sengaja maupun tidak disengaja. Walaupun kelak gue akan kehilangan "sesuatu", namun aku telah melakukan sesuatu yang membuat diri tak pernah menyesali pilihan & pilihan. Sebab aku telah sepenuhnya menjadi diri sendiri. Aku tak menciptakan luka yang tidak perlu ada.

Aku; menuju.

Komentar

Postingan Populer