Ego

Source: google images.


Dirimu yang ingin sekali mencipta manusia lain
Dan kini dia ada, sudah pasti juga membawa tekad yang lain
Salah jika kau berharap dia adalah wadah untuk ego-mu
Untuk imajinasi-mu, menjadi mesin untuk menelurkan ego-mu

Mereka hanya belum mengerti, jika mereka terlahir dan mengerti?
Kalian bagaimana? Kalian kesakitan-kah? Kesulitan-kah? Terimakah?
Bisa-kah kalian menahan ego yang kalian senangi terlanjur begitu besar?
Ego yang lama-kelamaan kalian lupakan padahal sudah tenggelam dalam bawah sadar?

Kau yang frustasi, menumpahkan segala kekerasan-kepalamu
Engkau yang tak sesuai, malah kau hancurkan dirinya
Kau salahkan, kau guncangkan hati nuraninya
Dia yang ingin kau hempas karena dia kau anggap tak layak.

Sampai sekarang kalian bingung, hei manusia-manusia lama
Kalian yang berpikir yang tua yang maha-tahu, kalian sok-tahu
Dan kini kalian seperti ingin meledak, merasa yang lain yang keliru
Tak terima, ego kalian menutup pikiran dan hati nurani kalian, kalian kelabu.

Banyak anak-anak kalian yang merasa sangat berdosa
Merasa tak layak, merasa kesakitan, merasa tak tahu harus berbuat apa
Orang tua mereka menganggap diri mereka, mengecewakan
Sumpah-serapah yang mereka dengar, sakit-hati orang tua yang mereka dengar

Mereka seharusnya adalah harapan
Jangan merusak mereka, kelak jika terjadi?
Apakah kalian bisa menerima kesalahan lama?
Ataukah kalian malah menyalahkan satu sama lain?

Ego yang kalian biarkan melekat,
Setelah sekian lama, kalian lupakan.
Kini seolah dahulu tak terjadi apa-apa
Saling membenarkan diri, dewasakah kalian?

Mereka masih kecil, mereka mungkin betul masih belum mengerti apa-apa
Bukan berarti mereka sepenuhnya salah, hati mereka murni, kalian tidak.
Justru kalian-lah yang membuat mereka tenggelam dalam ilusi kebenaran,
Kebenaran palsu yang berbahaya, mereka tenggelam dalam ego kalian masing-masing.

Aku hormati serta hargai kalian, waktu kecil kalian selalu panutan-
Sampai sekarang mungkin, bukan kita yang berbalik melawan.
Tapi mungkin karma yang membawa situasi menjadi demikian-
Ego yang telah berkelana lama berbalik senjata makan tuan.

Turunan yang kalian inginkan, seharusnya harapan
Bukan mesin pencetak ego-ego yang kalian inginkan
Kasihan mereka, Setiap detik yang seharusnya indah
Harus tersisipkan bayangan ego yang kelak berbuah.

Setiap anak punya pesan dan harapan berbeda-beda
Buka ruang isi kepala kalian, maka kalian akan melihat keindahan-
Yang begitu banyak perspektif-nya, belajar dan bertumbuh
Ego yang seharusnya dikendalikan bukan malah sebaliknya.


Komentar

Postingan Populer