Dari kedai kopi;
source: google images.
Dahulu, ubin tua dan kemeja kotak-kotak
Suasana kastemer yang datang ke kedai kopi-
Keluarga bagian ayahku. Ramai--bau rokok
Pesona mereka menjadi ingatan melekat padaku saat ini.
Bapak-bapak, supir taksi antar kota
Inda, begitu sebutan komunitas mereka
Supir taksi yang bekerja-sama pada kedai kopi
Keluarga bagian ayahku, mereka ramah semua
Bang siregar salah satunya, mereka kenal baik kedai kopi-
Keluarga bagian ayahku. Suka bercanda, suka bergurau
Waktu aku kecil lalu-lalang disana ramai, tak seperti sekarang, sepi.
Namun, topik kali ini lebih dari itu, lebih dari buaian yang lucu
Bau rokok, bau kopi yang nyaman bagiku, ohya jangan lupakan warteg-nya.
Ramai kaum abang-abangan, bapak berkumis tebal, ohya jangan juga lupakan organisasi oranye-nya.
Apa yang selalu diperbincangkan? Aku coba meraba..
Politik, politik dan politik, pada saat itu aku tak menghiraukan, seperti surat khabar Analisa (?)
Ternyata hirauan itu perlahan telah mengalir di darahku, telah tertanam pada alam bawah sadar diri.
Lama ternyata aku 'tuk menyadari, aku mencari kesana-kesini darimana ini semua berasal,
Ada satu yang terlewatkan rupanya, dari kedai kopi; yang manis itu.
Yang ubin-nya artsy, bapak-bapak berwajah garang, abang preman pasar.
Kini aku menerima itu semua, dengan hati terbuka nyaman.
Aku yang sedang persiapkan semua persenjataan; belajar dan observasi
Kelak aku akan terpakai di masa pertempuran selanjutnya
Generasi muda juga harapan, coba sesekali lihat kita, kita mampu.
Kini kedai kopi milik keluarga ayahku telah lama tutup.
Aku merindukan hawa itu, ruang obrolan yang terjadi, ruang diskusi yang terjadi
Dulu letaknya juga heroik kok. Di jalan Jenderal Sudirman tepatnya.
Bolehkah aku berharap? Mungkin berucap, darimana harapan untuk bangsa timbul?
Yah, tentu saja... Pemuda-pemuda yang sudah berkumpul dengan kopi dan ide di kedai kopi.
Dimanapun itu.. Tuan.
Aku mungkin terlahir membawa misi itu.
Tenang, aku bukan siapa-siapa.
Aku sama dengan anak yang lainnya.
Diturunkan langit dengan misi tersendiri.
Takdir maksudmu?// Iya takdir.
//27 Nov '19
Dari kedai kopi.

Komentar
Posting Komentar