IMLEK
source: google images
Beribu makna, cerita, dan tentang budaya yang telah turun-temurun dan dijaga sedemikian rupa. Satu keluarga ke keluarga dibawahnya dan mengapa dijaga "sedemikian rupa"? Karena Tradisi ini menyimpan sesuatu yang indah dibalik makna sendirinya. Kebahagiaan, kumpul-keluarga dan seribu pengertian lebih tentang hoki luar dan batin.
Hari besar dari budaya tirai bambu ini, gue meyakini penuh, ada makna tersirat tentang toleransi didalamnya dan ada yang lebih penting lagi ketimbang "rezeki kecil" yang terselip di dalam kertas kantong berwarna merah ini. Adalah Imlek yang selalu membawa sejahtera, keberuntungan, kebahagiaan dan sebuah rasa kekeluargaan.
Imlek kali ini buat gue biasa saja, tidak ada manisan, tidak ada kue-kue dan tidak pulang kampung halaman. Gue tidak sedih namun tidak bahagia juga, perasaan yang stabil dan ngawang-ngawang saja yang bisa dirasakan.
Gue sekarang tak berharap apapun di Imlek ini selain kesehatan, jiwa dan mimpi yang menunggu untuk cepat terkabulkan. Gue tidak begitu minat dengan nuansa ini, perjumpaan apalagi "rezeki kecil". Namun, jika ada yang memberi yah... terimalah! Sayang lho.. kalau ditolak, haha...
Hari yang cepat berlalu, menit dan detik yang tak suka menunggu dan sebuah ekspektasi-ekspektasi yang ibaratkan menumpuk di meja pribadi gue yang seperti ingin segera untuk diselesaikan.
Gue juga manusia biasa yang hanya punya seribu mimpi dan angan-angan yang berbeda dengan orang lain dan dianggap tak masuk akal dan aneh. Padahal sesuatu yang beda tak selalu aneh dan yang aneh tak selalu salah. Gue ingin melakukan apapun yang gue bisa dan tak ingin selalu terbelenggu orang lain.
Gue mungkin butuh teman namun sebenarnya gue tak pernah merasa kesepian sendirian. Gue suka dalam situasi tentang artian sesungguhnya dari "sendirian", karena semakin gue di keramaian gue malah "kesepian" dan terkadang gue lebih baik menyepi.
source: google images
Gue ingin berkelana dan ingin menempa lebih dan lebih lagi jati diri dan bertemu secara utuh tekad diri sendiri gue. Gue bukan robot yang selalu ingin mencukupi kebutuhan orang lain. Gue sakit, itu saja.
Jadi bagi gue di tahun ini, Imlek sama saja dengan hari biasa lainnya. Namun Imlek tetaplah Imlek, tetap sebagai media penyalur kebahagiaan dan hal baik lainnya untuk semua, bukan hanya bagi yang percaya tradisi ini, namun juga semua makhluk hidup di Semesta ini.
Walaupun secara wujud nyata imlek kali ini terasa biasa saja bagi gue. Gue percaya kebaikan imlek juga tersebarkan dari sisi lainnya. Ibaratkan portal yang dibuka Semesta agar bisa menyebarkan semuanya walaupun tak terlihat dan tak bisa dirasa. Karena Semesta adalah mungkin, apalagi segala yang menyangkut hal baik :)
Semesta cinta dengan anaknya. Tahu anaknya tak merasakan sebuah hal baik, Semesta punya cara lain, punya portal. Dan cukup memberi energi positif dan kebaikan untuk segalanya, untuk makhluk hidup dan semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Energi dari aura positif yang mungkin satu-satunya gue butuhkan. Mungkin Semesta hanya ingin gue belajar tentang sabar dan ikhlas. Terima kasih, terima kasih Semesta :")
Gue hanya berharap dalam doa, Gue sehat, diberi kekuatan dalam menghadapi batu halangan di depan gue, selalu positif dan ditambahkan segala aura positifnya dan ketenangan dari seni hidup. Percaya pada waktu dan segala rahasianya. Tentu pada Semesta ini.






Komentar
Posting Komentar