Elegi untuk ambisi dan idealis


Di jepret di kala senja
Di saat semua terasa baik-baik saja
Di saat semua bersatu padu
Antara awan, matahari terbenam dan hati
yang tergores


Hidup terkadang tak adil
Segala sesuatu ternilai pembuktian
Menggigil ragaku menahan dinginnya
Wajah-wajah penuh dengan ambisi

Perlahan-lahan teman 'lah pergi
Seraya tak percaya dengan semua ini
Terlihat ku penuh kekosongan
Dan meninggalkan diri bersama tawanya

Dunia yang berbeda semakin berbeda
Aku tak pernah merasa se-kesepian ini
Tak pernah terpengaruh begitu hebatnya
Aku yang patah hatinya,,,

Terkubur sedetik lamanya mimpiku
Seakan semua tak ada gunanya
Menertawai segala yang telah terjadi
Dan diam yang membuatku terhina

Tolong aku dan bawa aku
Kerumah dan lingkunganmu
Yang sama denganku 
Dan membuat aku merasa diterima

Sukses ku tak sama dengan ini semua
Jati diri tak semestikan menjadi cerita
Langkah dan tatapan ku serta tujuan hidupku
Tak mesti lagi dan takkan lagi disantap publik

Waktu kini berjalan sangat lambat
Aku hanya ingin senja
Dan awan yang menggumpal di sana
Aku hanya ingin senja memelukku erat

Aku tak ingin melukai orang dengan keberadaanku
Aku tak mau membuat dia merasakan kegelisahaan
Tak mau membuat ambisinya menjadi bara api
Dan hari-harinya sebaiknya tak se-menderita aku

Aku hanya ingin elegiku ditemani pasir pantai,
Laut surut, dan senja di ambang malam
Aku bukan sosok yang realistis
Dan aku juga bukan banteng penurut, itu saja

Aku tak perduli apa katamu
Tapi di sisi lainnya aku perduli apa katamu
Aku tak bisa minta maaf untuk jadi diri sendiri
Aku mungkin harus tabah dan kemudian terbiasa

Aku hanya kesepian bersama mereka
Musim gugur berganti musim semi
Kemudian begitu lagi dan berkali-kali
Itulah yang kurasa sejauh waktu berlalu

Semua tak melulu mimpi yang sama
Yang di tuju oleh manusia lain, tak selalu ada makna
Bagiku, bagi jiwa dan ragaku
Bagi noda hitam di kertas kanvas putih milikku

Aku tak mampu menimang ini sendirian
Masa transisi yang menyulitkan 
Jati diri yang memberontak keluar
Bersamaan dengan semesta yang ingin kita jujur saja.





Komentar

Postingan Populer