Sore dirundung hujan rintik #SigapCerita

Mc Donalds, pukul dua sore.
Beban pikiran membuat gue semakin berniat untuk mampir makan dan membodoamatkan diri sembari terhanyut lamunan di tempat senyaman MCD.

Akhirnya bisa menjatuhkan pantat selepas memesan makanan dan segera menuju lantai dua restoran cepat saji ini. Disana sudah ada seorang nenek tua namun tampak segar dan cucunya kisaran umur lima tahun duduk di meja depan gue.

Gue duduk paling pojok, tempat favorit. Menuangkan lada hitam ke ayam krispi dan kentang goreng dan baru gigitan pertama langsung bisa membuat gue tenggelam ke dalam lamunan sembari melihat keluar jendela. Pemandangan saat itu cocok sekali, dari para pengendara motor berlalu lalang, Cuaca mendung dengan awan alto stratus seperti dilukis di kanvas dengan menggunakan variasi warna abu abu dan jika dari atas sini kota diluar jendela seperti penuh ketenangan dan nyaman yang semakin membuat gue tenggelam ke dalam lamunan yang jauh.

Adik yang duduk didepan gue cukup heboh dengan berlarian dan sesekali bertanya pada neneknya sesuatu yang baru saja dilihatnya. Neneknya kadang menjawab sesekali dengan gaya komedi yang dia punya, gue yang juga sesekali menguping bisa jadi sedikit tergelitik dan senyum simpul.

Semua ocehan dan tawa kecil dari adik tadi bisa juga saya tangkap sebagai penyeimbang dari keheningan di restoran ini yang orang orangnya tidak bersuara dan dipertebal dengan mendung yang menjadikannya sempurna untuk gue judge sebagai "restoran yang kesepian" 

Dan dari semua berisik kecil kecil dari adik tadi, ada kata yang dia ucapkan cukup menjadi isian di kepala gue. Adik dan nenek tadi bercerita sesuatu dan gue tertangkap cerita mereka tentang "tidur siang".

Nenek yang bercerita sesuatu yang dulu, tentang menyuruh adik tadi untuk tidur siang kapan hari dan tentu saja adik kecil itu ingin bermain tidak mau tidur siang. Gue sembari memotong pembicaraan namun hanya dalam pikiran dan bilang 'Suatu hari kamu akan menyesal hal itu, dik' sahut gue dalam hati.

Ntah mengapa waktu kita kecil dulu, tidur siang yang diwajibkan orang tua itu sebagai sebuah hukuman dan kita akan merasa sebal. Dan setelah seumur sekarang berasa tidur siang adalah anugerah terindah yang pernah terlintas di hidup kita, hehehe.

Mungkin tidur siang adalah berkah yang baru terasa sekarang. Juga bisa sebagai pelarian sementara dari tekanan hidup dan jahatnya duniawi yang seolah dia tahu kita butuh dia, entah soal apapun yang kita butuhkan. Tidur siang membuat kita nyaman sebentar memberi senyum dan kadang tanpa sadar kita berharap disaat kita terbangun nanti semua bisa baik baik saja atau semua cuma mimpi. Mungkin saja kita tidak akan terbangun lagi dan benar benar menjadi warga dunia mimpi, selamanya.

Komentar

Postingan Populer