SEDIKIT SUDUT PANDANG: kecintaan anak medan yang manis

Ahh... kejayaan di masa lalu itu...

PSMS Medan 1950  dan sejarahnya yang telah lama menjadi bagian dari orang orang di utara Sumatera itu, Medan dan sekitarnya.

1950 dan demikian itu mundur sejenak dua puluh tahun kebelakang, Tahun 1930. Klub itu, Medansche Voetbal Club (MSV) banyak yang yakini inilah embrio dari PSMS dan kejayaan di masa depan kelak.

"Ayam kinantan" julukan dari tim berkostum kebanggaan hijau dari Medan ini, kini telah bangun dari mati suri dan menunjukkan taring di liga 1 Indonesia yang unik itu. Dibawah asuhan Bang Djanur sapaan akrab pelatih Djajang Nurdjaman, Pembawaan diri yang tenang namun ekspresif, mungkin sedikit menjadi penyeimbang untuk PSMS yang memang memiliki gaya bermain yang berkarakter keras, ngotot namun bersih atau biasa dikenal permainan khas "rap-rap" itu.

PSMS dengan kesuksesannya di perserikatan dahulu. Setelah itu dimasa modern, di kala itu jarak antara 2000-2007, PSMS yang masih menjadi klub terkuat di liga teratas negeri ini. sekitaran 2008, PSMS mulai tenggelam, salah satu penyebabnya yaitu saat para pemain yang cabut karena masalah gaji, mulai dalam disaat PSMS lemas lemas dan sudah tidak kompetitif yang membuat para pendukung malas datang memberikan energinya, ditambah tingkah para Pengurus yang lebih mementingkan ego masing masing seperti menunjukkan sudah tidak ada lagi PSMS dihati mereka. Era itu mulai berakhir...

Sakit, promosi dan terdegrasi menjadi santapan wajib PSMS kala itu. Jauh lagi  dualisme kepengurusan, stadion tak layak pakai, Pembinaan pemain muda seperti tak tau lagi yang akhirnya menjadi bumbu bumbu lainnya. Dan setelah itu PSMS mulai sayup sayup hilang dari suara keras yang juga termasuk bagian dari hal membanggakan buat Medan. PSMS menjadi sasaran empuk tim lain, Tangguhnya PSMS seperti hanya tinggal sejarah...

Sedikit demi sedikit, semua mulai berubah. "Mereka mereka" sadar mereka cinta PSMS dan harus melakukan sesuatu, menahan ego demi cerahnya hijau Daun dan Bunga tembakau dari Deli. Walaupun masih ada kekurangan disana sini namun kata "lebih baik" masih unggul dibandingan kata "kurang" tadi, perbaikan disana sini, pelan tapi pasti PSMS mulai bangun dari mati suri ini. Senang bukan maen bos~~, Berita berita artikel mulai muncul tentang kebagusan dari ini semua (Positif PSMS) dengan salah satu soroton yang paling sering gue notice adalah Pendukung yang benar benar "cinta" dan "bangga" dengan PSMS, tentu saja kekuatan itu yang dibutuhkan sekarang. Bahkan stadion yang tadinya tak layak pakai dan juga biar bisa untuk melewati standard berlaga di liga 1 itu, berkat suara dan tenaga Suporter, cukup ampuh membuat pemerintah kota sekitar dan lainnya sama sama turun tangan, dan tentunya mendapat apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan demi kebanggaan rakyat medan. 

Musim lalu PSMS yang bermain di liga 2 dan berhasil lolos ke liga 1 setelah menang atas PSIS Semarang.Yang membuat si Ayam Kinantan akhirnya kembali ke kasta tertinggi di Indonesia ini. Yah, gue sering menjadi pemain ke-12 dari PSMS walaupun hanya dari layar kaca saja jauhlah dibandingkan Pejuang lain yang datang berkumpul memberi sorak sorai, nyanyian yang menimbulkan aura semangat buat para pemain PSMS Medan di lapangan. Namun gue percaya saja kilat cahaya semangat dari mata gue sampai ke Stadion Teladan Medan itu, Yah, semoga saja, yah...

Medan cukup tangguh di liga 1 Indonesia, Tentunya dengan suporter setia Medan dari SMeCK Hooligan, PSMS Fans Club, sampai KAMPAK FC yang seperti ada dimana mana menjadi pengawal dan mengikuti kemanapun PSMS ini bergerak. Sejauh ini gue cukup menikmati pertandingan dari PSMS dari formasi, gaya bermain dan taktik. Dari belakang sampai depan, dari sang kiper sampai trisula di depan. Yang kalau tidak salah, Sang kiper Abdul Rohim yang kini sedang harus menepi cukup lama karena cedera ini juga satu kampung dengan gue. Tebalnya benteng pertahanan Lobo dan kawan kawan seperjuangan, Sang kapten Legimin memimpin dari area tengah, sampai Trisula penyerangan Frets, Yessoh dana Sadney dan pula Bang Djanur yang menjadi boss nya di PSMS, mantap lah lae~~

 sumber: Bola net, google images

Gue mendukung PSMS dari sudah lama, mungkin juga menjadi alasan "mendukung" karena gue lahir di sekitaran salah satu kampung di Sumatera utara. Namun benar benar menemukan jati diri untuk PSMS di tahun kemarin, juga karena PSMS kembali bangun dan bangkit demi anak Medan, Mencintai dengan mendukung, menikmati, mencari tahu dan beropini menjadi cara gue sendiri. Jangan lupa bangkitnya PSMS juga karena dukungan mati-matian dari cinta Suporter yang manis itu. 

Jumat, malam ini pertandingan antara Borneo fc menjamu PSMS Medan di Stadion Segiri, Samarinda. Dengan teh hangat sehabis makan malam dan gue siapkan cemilan sambil menonton PSMS yang sedang bertamu ini, mengingat sejauh ini di musim 2018 PSMS belum pernah senyum lega kalau bermain di kandang lawan karena belum menang sekalipun. Semoga saja rancangan Coach Djanur, Semangat rap-rap para pemain dan Gemuruh riuh dari suara semangat dan Doa para Pendukung bisa menjadi energi positif buat PSMS malam ini.


GBU~~

Komentar

Postingan Populer