Mei #throwback
Juni yang ditunggu tunggu akhirnya tiba..
Bukan hal baik atau hal buruk yang ditunggu tapi adalah kebingungan yang sudah berdiri di bulan juni dan lebih baik gue yang mendatangi dan bertanya apa kemauan dari perlakuannya yang seperti itu, gr.
Bulan Mei, bulan yang menunjukkan apa arti gelisah sesungguhnya dan membuat gue menikmati semua yang berbau gelisah. Yang membuat gue malahan lebih aktif menggunakan kekuatan pikiran gue dalam menghadapi dia, walaupun hasilnya sudah pasti bisa ditebak, gue down setengah mati namun yah ga mungkin gue jadi tertelan hidup-hidup oleh sang monster gelisah ini.. Salah satunya menuangkan tulisan remeh temeh apapun ke semua hal, dari blog disini sampai menulis di buku.
Mei membuat gue mati rasa membuat gue gelap mata, menciptakan setiap hari adalah linglung.. Serangan bertubi tubi dari segala arah bunggg! dan lebih dari apapun semua perasaan gue simpan sendiri dan yang gue tunjukkan ke luar tubuh adalah kebohongan. Yah kebohongan bukan seputar hal baik atau buruk yang biasa dipakai mayoritas untuk keuntungan diri sendiri, bukan tanpa alasan karena kenyamanan yang gue dapat lebih baik karena gue yang tertutup. Hanya orang yang diluar batas yang gue percaya di dunia ini. Orang lain punya daya pikir ataupun persepsi sendiri-sendiri dan cukup menjadi daun bawang di nasi goreng babi yang mantap ala restoran Sudi Mampir langganan gue, ihik.
Benar benar buta setelahnya gue harus berbuat apa, ada batasan dan keharusan yang kuat disini. Yang tentunya buahnya baik dan sehat buat gue kedepan, gue selalu senang dengan perkembangan karena gue juga masih terlalu muda walaupun proses itu selalu berat diawal kalau kata guru Ekonomi gue dulu, semua bisa karena terbiasa dan itu salah satu kata-kata yang mendorong gue maju dan percaya untuk tetap survive di jalan hidup gue sendiri.
Gue beruntung menjadi diri gue sendiri, Sudut kacamata gue, belajar dari siapapun, senyuman seperti disaat gue sedang mendengar lagu-lagu dari Rex Orange County yang biasa bergenre neo soul itu. Dan selalu percaya pada partikel partikel kecil yang sepintas gue lihat atau terbesit di kepala dan dapat merasakannya dan tidak bisa terucap keluar mulut.
Juni, jika anda guru gue selanjutnya mungkin berkarakter tegas dan sulit ditebak. Tetap buat gue percaya bahwa gue bisa melewatinya karena anda bukan manusia. Gue masih sebuah gelas kosong ataupun kertas putih yang agak kusut sedikit, sudah hampir mati disengat tajamnya mata manusia itu. Poin poin lain, gue tidak ingin menunjukkan apapun terhadap yang lain kecuali buat diri gue sendiri menikmati semuanya, seperti minum teh hangat di ruangan sepi di sore hari yang asapnya entah mengapa bisa begitu indah dan kadang menari saat diputarkan musik musik lama.
Tetap percaya pada alam semesta, Kesehatan tetap terjaga dan hal hal baik yang tak terduga lainnya. Gue tahu gue sudah berjalan sampai sampai gelap pun gue tidak tahu lagi. Tetap percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Senyum jangan hilang lagi yah dari gue? bantu gue melewati semua hari demi hari. Bantu gue menerangi diri gue sendiri juga, dan tetap percaya ada hal baik dari semua yang terlihat kurang baik dan meyakinkan.
GBU~~
Komentar
Posting Komentar