SANA SINI: Tentang teriknya kenangan bersama Barclays Park

Musim kemarau kali ini sangat panas, cuaca cukup menggerahkan.

Sudah lama tidak pergi ke Barclays Park pikir gue, daerah dimana dulu gue magang dan menghabiskan enam bulan membentuk memori disana. Dan baru beberapa hari kemarin gue akhirnya keturutan kesana, gue dengan mengayuh sepeda berangkat ke stasiun kereta api. Cuaca hari itu terlalu panas, sinar matahari terasa menembus kulit dan tengkuk gue. Bersepeda kurang lebih setengah jam dan menyerahkan diri dibakar Matahari demi meraih kembali memori di tempat itu bagi gue cukup berharga deh. Membeli satu tiket kereta, tidak begitu mahal dan menunggu beberapa menit dan berangkatlah gue cuss ke Tainan.

Gerbong favorit gue yahh.. bagian gerbong terakhir. Ahh.. lega didalam kereta, akhirnya merasa dingin. Kereta melaju cepat menuju Tainan, duduk sambil memejamkan mata dan mendengarkan musik, sementara kereta terus melaju untuk setengah jam kedepan. Dengan bus kota bernomor tiga dari Tainan gue berangkat lagi kira kira dua puluh menit melaju sedikit ke daerah Tainan selatan. 

Memori itu seketika datang bersamaan dengan angin segar sedetik saat gue sampai menginjakkan kaki di tempat ini. Tidak banyak yang berubah, dari orang orang tua yang senam setiap jam lima sore, tempat yang masih asri dengan banyaknya burung burung dan sampai bau aroma lingkungan sekitarnya.

Gue berjalan mengelilingi tempat ini sambil melihat sekelilingi sambil merindukan taman ini. Kembali kesini sama saja dengan memberi kebahagiaan kepada gue setelah sekian lama tidak berada disini. Gue berhenti sebentar di Seven Eleven untuk membeli kuota telepon dan membeli barang lainnya. Dan berjalan menuju taman lainnya sambil mencari bangku taman favorit dan bersantai disana. Sekedar info, taman disini ada dua atau lebih dan sangat luas.

Duduk sekitar berjam-jam sambil menikmati alam disana, dari orang tua sampai anak muda berjalan atau saling bercengkrama satu sama lain. Banyak burung burung disekitar mungkin beristirahat dan membunyikan suara suara yang menenangkan serta anjing anjing peliharaan tuannya dan berlarian cukup memberi warna seketika itu.

Sore sudah memberi tanda, matahari sudah oranye dan gelap di beberapa area. Menunggu bus kembali di halte depan sebuah bank ternama, selang tujuh menit bus datang dan waktunya kembali ke pusat Tainan. Tujuan selanjutnya toko musik langganan, bersantai sejenak sebelum gue balik ke asrama, mencari lagu sambil mendengar alunan progessive house dari salah satu pemusik ternama. Setelah puas dengan hal hal menyenangkan ini, jam juga sudah menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit, stasiun menjadi tujuan terakhir gue sebelum gue kembali menuju asrama dengan mengayuh sepeda itu lagi.  .



Komentar

Postingan Populer