puisi untuk pantai putih
langit semendung
embun pagi
yang citranya
membawa pesona
jalan kisah ini
aku menikmatinya
walau kerikil batu
mengguncang jiwa
agar dewasa
belajar menahan tangis
menjadi kunci
dan berbesar hati
aku melulu
emang siapa aku?
bukan siapa-siapa
aku sadar
maka dari itu
aku menikmatinya
seperti keju
di roti lapis
hujan hadir
kembali
menemuiku
di depan rumah
hujan lalu
pergi
mengaburkan
luka lama

Komentar
Posting Komentar