november core #throwback
indah ceria, seperti sedang roller coaster di tebing dekat air laut, siapa yang tahu kalau apa yang akan terjadi di masa depan nanti? jikapun nanti malam akan tiba sekali lagi maka, aku ingin menikmatinya sekali lagi, sebisa yang gue bisa. gue percaya pada apa yang tidak gue ketahui sendiri, dan itu membuat gue merasa tertarik. kita lihat saja hidup ini akan membawa diri kemana.
aku terus belajar pada apa yang sedang gue kerjakan saat ini, jikapun nanti gagal disitulah ujian yang sebenarnya, tidak ada gagal, yang ada belajar, klise, biarlah seperti itu, gue jika ada uang lebih, gue ingin membuat foto di tembok besar-besar dan gue paku dengan paku beton yang mantap, sebagai pengingat gue sendiri dikala gue merasa pupus pada jalan yang gue ambil sendiri.
malam syukurnya, gue sudah enak tidur, melamun pun tak sanggup, syukur masih ada soto enak, nasi padang enak, sebab orang-orang baik inilah yang merelakan sesuatu darinya agar semua orang masih bertahan hidup hingga setiap hari dari gonjang-ganjing kegilaan hidup di sini. gue yakin, kita sayang kota ini, tapi bagaimana jika kota ini tidak sayang kepada kita? mungkin ikhlaskan saja.
malam tidur kian cepat, walau hitungan kadang per detik atau per menit, belum sampai per jam apalagi per tiga jam, tapi gue bersyukur sekali, hidup ini masih memunculkan sinarnya, walau sedikit kebablasan, hujan masih mau menyesuaikan walau kadang terjebak pas di tengah tengah jalan ini. selama motor masih nyala, akan gue belah jalan ini, demi harapan dan cita cita gue yang penuh pesona.
untuk matic, jika manual gue pasti masih mati mati mesin dan membuat gue panik, merantau kembali memang sejatinya tak semenyenangkan itu, tapi pesona berliannya luar biasa, gue tak berhenti bergairah dan antusias tapi kadang mendung juga, sebab tanaman liar dan rumput lesu juga butuh nutrisi sedikit-sedikit. nanti juga segar kembali, gue yakin dengan sangat.
seperti saat ini bukan saat ini di posting, kemungkinan beberapa hari lagi apa minggu lagi, bulan sih tidak mungkin, yasudah, ini diketik tepat tanggal 26 november, gue sedang bersama bapak senior menemaninya survei ke lapangan di mi aceh sana, tempatnya ok, harapannya ok, pengalamannya juga ok, itu yang gue tunggu-tunggu, walau berdarah-darah. tapi itulah kenikmatannya.
besok dari hari ini, gue berangkat ke medan, tapi gue belum pesan tiket bus, semoga masih ada, dan mau menunggu gue, sebab kalau tidak, bakal panik dan sibuk sendiri, biarlah malam cair, dan gue bisa tidur nyenyak dengan kasur bantal guling lusuh gue, ini akan menghidupi gue di masa tua dengan cerita-cerita hangat, sebab itulah yang masih tersisa, walau tersisa itulah yang paling baik.

Komentar
Posting Komentar