puisi untuk jalan berlubang
di kota ini
semua sibuk
menari dan
menari
yang aku heran
mereka semua sabar
padahal terik
menggerogoti tubuh
walau setapak
demi setapak
diperbaiki
pemerintah daerah
tetap saja
ngaget
disini berlimpah
emas dan pundi-pundi
tapi itulah
jenderal perang
dan ketua-ketua
berbelok arah
besok lagi
aku ketemu kamu
ban saya kempes
di gigit tikus
bahkan aspal
juga jebol
ditembak
kerikil tadi

Komentar
Posting Komentar