November #throwback

source: google images.


hidup hanya sekali, lakukan dengan hati seolah kamu hidup hanya tinggal esok hari, seperti gue. Yang terus berusaha meraih apapun yang sedang gue inginkan, tapi dengan sadar resiko, ketika tidak berhasil sempurna, gue sudah lebih mampu tersenyum dan menerimanya, terkadang berat, terkadang ringan, terkadang ringkih dan terkadang gue tinggal tidur saja.

gue juga akhirnya bisa main bola kembali, sesuatu yang sebelumnya adalah kenyataan namun tersisa tinggal angan-angan belaka, lalu kini kembali dan menjadi teman baik gue, menemani di kala sedih atau sekedar menepi dari realita yang penuh rasa jenuh, menjernihkan pikiran sejenak walau satu jam itu akan kembali berlalu seperti sedia kala.

menyembuhkan diri di tempat yang menciptakan luka adalah hal tersulit dalam kehidupan ini. manusia itu kompleks begitu pula dengan pikirannya, jika engkau bertanya, apakah gue tahu apa yang ingin gue inginkan, tidak ada, tidak ada jawaban yang pasti, bisa survive dari satu hari ke hari lainnya sudah lebih dari cukup gue rasa.

akhir tahun sudah mengetuk pintu kamar gue, sekedar mampir kalau dia sudah mau pergi dan tak akan pernah kembali lagi, di hati terkecil ini, gue sebenarnya yakin semua sudah ada yang atur, tapi sebuah kata seperti di film-film, masa lalu yang mengekang jari-jari kaki terkadang membuat kita ingin berhenti namun nyatanya kita harus tetap berjalan.

angin begitu tipis siang ini, kalah dengan terik panas matahari yang egois sekali, wajar saja ia sudah seperti peran utama di dunia ini, merasa istimewa padahal ia lupa sebagian dari manusia peradaban sangat menyukai rembulan, ia tenang, ia dingin, ia tertutup tapi ia manis sekaligus hangat dengan caranya sendiri.  

lagian sepanjang hari matahari berkuasa, ia lupa, orang menyukainya hanya di detik-detik terakhir kepergiannya, bukan saat ia berceramah-ria sepanjang siang, walau benar ia bermanfaat, tapi terkadang yang bermanfaat tidak asyik untuk dijadikan teman karib, seperti malam-malam saat gue sering-seringnya curhat dengan bulan dari jendela kamar gue.

semoga kali ini, menyenangkan, semoga kali ini, penuh kejutan yang membangkitkan gairah, gairah untuk gue percaya masih ada harapan dan tujuan, tujuan yang membuat gue mau percaya jika hidup ini masih pantas untuk gue nikmati seutuh-utuhnya kembali. baik-buruk, suka-duka, cinta-kasih. seperti matahari-bulan-awan dan angin.

Komentar

Postingan Populer