Jurnal Film; JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM #ENSS

source: google images. detikcom.


Terlalu rumit untuk dijelaskan, terlalu dalam untuk dimengerti, terlalu menawan untuk dikenang. Inilah tiga kalimat singkat untuk sebuah film indah berjudul Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film. Bagaimana tidak, film ini seperti sebuah hasil eksperimen dari ilmuwan jenius atau ramuan ajaib dari campuran-campuran yang hanya dimengerti oleh penyihirnya.

Bagaimana tidak, dari awal saja semua sudah sangat mengesankan, serasa ingin mendobrak batasan-batasan yang ada, berani mengambil resiko, sebuah karya yang mungkin akan sedikit sulit diraih kesamaannya dalam waktu-waktu dekat ini dalam ruang lingkup nasional, sindiran-sindiran halus dan cukup komedik juga membuat gue mengerti, mereka tahu apa yang mereka lakukan.

Gue saja sudah tidak tahu lagi bagaimana cara gue menuliskan semua perasaan-perasaan selama gue menonton waktu itu, jujur gue bingung, semua seolah sudah ada dalam diri gue, memang benar gue tahu gue pernah nonton film ini, namun gue jadi bingung bagaimana menjabarkan semua yang gue tonton kemarin menjadi tulisan jurnal.

Yasudah ya, nikmati saja. 

Semua dialog yang terjadi dalam film ini, seolah mampu menjadi kenyataan, seolah gue sedang berada di pabrik cokelat Willy Wonka, apa yang ia katakan benar saja terjadi, cokelat apa yang ingin kita cicipi, seunik apapun itu akan terkabul, namun beda versinya adalah jikalau ini sebuah karya film, gue bahkan bingung mana kisah nyata mana khayalan yang disengaja.

Tidak receh dan ringan, film ini berbobot sampai mentok, seolah film ini dibuat oleh seorang filsuf yang tidak main-main dengan hasil pemikirannya atau seorang seniman yang turun gunung selama menepi dengan waktu cukup lama, gue yakin genre film ini yang tepat sesuai seperti Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film, hanya satu ini saja di lingkaran nasional.

Ending yang tak kalah membagongkan juga, membuat bulu kuduk merinding, bukan main, produser film ini benar-benar berani mengambil resiko yang cukup gede, bagaimana tidak, ini tidak awam, ini bukan konsumsi pada umumnya, bahkan sindiran-sindiran halus yang menggeletik juga cukup spicy kalau gue telaah lebih lagi.

Yang mantapnya adalah, sebenarnya secara maksud dan tujuan ini cukup relate dengan problem-problem generasi zaman sekarang, maka dari itu, film ini, cukup menyentuh hati beberapa kali, entah memang dirasakan semua orang atau tertentu saja seperti gue, tapi yang pasti ini indah sampai ke ujung-ujungnya, terima kasih. 

JOURNAL

Film yang sedari awal sampai menjelang akhir hanyalah berwarna hitam putih ini, cukup unik untuk gue bedah, sebenarnya yang gue temukan di film ini itu adalah jika pewarnaan hitam-putih memberi kepekaan tersendiri dan berbeda-beda bagi setiap penikmatnya, memberikan kreasi sendiri bagi penontonnya, sebuah kebebasan ekspresi.

Dialog sepanjang film juga memberi kesan realistis dari dunia nyata, yang memang seharusnya seperti itu ketika seseorang dalam sebuah hubungan, tidak mesti muluk-muluk seperti naik wahana kora-kora, dialog lucu-lucu di awal, haha-hihi, konflik yang terkadang manis, bumbu drama yang manusiawi, film ini mengajarkan gue tentang karya juga perlu dimanusiakan.

Akting duet Ringgo Agus dan Nirina Zubir terasa sangat melekat dan frekuensinya bagus sekali, mereka memainkan lakon dengan sempurna, terasa tidak bosan, mimik muka dan gestur terasa hidup, gue ingat gue sampai merinding saat menonton Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film, selalu bergumam, bagus banget, bagus banget.

CONCLUSION

Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film, mempunyai banyak dialog yang seperti bisa dikutip sepenggal-sepenggal dan menjadi pengingat tertentu untuk momen yang berbeda. Kalau ngomongin aktingnya sudah diatas rata-ratalah intinya, sudah sampai ke tahap keunikan dari setiap aktor-aktor hebat yang memerankannya, semua sudah lebih dari cukup.

Lagu-lagu yang digunakan juga semua terasa cocok dan mampu mewakili perasaan atau mungkin saja menyajikan lagunya untuk menyampaikan maksud yang ingin dicapai. Film ini mengajarkan banyak hal, bagaimana cara mengerti diri sendiri, bagaimana memahami orang lain, serta pentingnya mawas diri.

Film ini gila banget, mungkin ga sih film ini masuk nominasi Oscar yang terkenal itu? Tapi walaupun tanpa pengakuan dari sesuatu yang ternama, film ini sudah menjadi pemenang bagi para penikmatnya, film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film ini suatu karya yang tidak terlalu memikirkan apa kata orang atau jangan jangan sebaliknya, sangat percaya diri. Good job.

Penilaian sentimental pribadi: 9.6/10


Donne Maula - Bercinta Lewat Kata

Komentar

Postingan Populer