Jurnal Film; PETUALANGAN SHERINA 2 #ENSS

source: google images. Cinema 21.


Telat masuk ke ruangan karena salah melakukan putaran balik di jalan kemarin, saat itulah adegan pertama musikal itu juga telah dimulai, semuanya begitu menyenangkan dan suka-cita, siapa yang tahan untuk tidak ikut bersenandung, seolah semua perasaan masa kecil ikut menyertai, dari awal semua sudah sebegitu gembiranya.

Gue kenal Petualangan Sherina pertama dari gue kecil namun gue tidak benar-benar menontonnya, gue lupa, mungkin sewaktu itu gue masih terlalu kecil untuk menontonnya, karena gue juga punya cd nya, gue tidak ingat gue pernah menontonnya atau tidak, tapi sebelum gue turun ke bioskop terdekat gue menontonnya dulu di Netflix dan ya, gue menyukainya.

Semua adegan di film yang pertama sungguh terhubung dengan gue, mungkin karena gue anak 90an juga, jadi semua kekocakan, kebiasaan hingga kegiatan sehari-hari masih terasa relate. Setiap adegan, apalagi saat sudah menyanyi gue akan berlinang air mata, iringan musik yang indah, adegan yang dibuat dengan baik, dan frekuensi antara Shadam dan Sherina yang terlalu begitu bagus.

Sherina yang bertemu kembali dengan Shadam, juga dibuat sedemikian bagusnya, siapa sangka, mereka justru terlihat menarik walaupun bayang-bayang masa lalu terus mengikuti tapi disini malah tidak terjadi perbandingan melainkan saling berkesinambungan mungkin malahan semakin baik, nilai plus selain aspek-aspek lainnya.

Duo kombo maut Syailendra dan Ratih juga tidak main-main, kocak sekaligus terasa mahal, mereka memberi warna tersendiri namun warnanya bersinar. seolah menjadi dua dunia walaupun masih satu atap, tapi sudah seperti saling mengisi untuk Petualangan Sherina 2 ini, tidak melupakan Aryo dan para berandalan lain yang juga mengisi spot dengan baik.

Film ini tentu seperti Karnaval bagi para anak 90an, bersuka-cita sambil menitikkan sedikit air mata, bernyanyi-nyanyi sendiri dan merayakan masa lalu, menurut gue tidak ada miss di film ini, mungkin ada tapi gue lupa, tapi dengan kata lain tidak ada masalah berarti, film ini seperti mengerti bahwa tidak akan pernah lepas di ingatan penonton akan masa lalu mereka.

Pernak-pernik yang masih ada seperti menunjukkan bahwa mereka akan selalu peduli dari mana semua ini berasal, tapi yang pasti, sebagai film musikal, ini sudah tepat sekali akan kerja keras mereka untuk film ini, teruntuk Sherina, ia seperti sudah menjadi satu dengan sherina yang di film, gerak-gerik, natural seolah tidak tergantikan.

JOURNAL

Mau menikmati film ini, adalah hal berharga yang gue lakukan, semua begitu indah, begitu menyenangkan, konflik maupun misi yang dilakukan semuanya begitu membekas di benak gue. Gue lupa apakah gue sempat berekspektasi lebih atau tidak, dan yang gue rasakan hanyalah nyaman saat gue menontonnya selama di ruangan.

Lagu yang enak, suasana yang dibangun dengan sedemikian rupa agar menyenangkan dan tak lupa, pesan-pesan moral yang terselip di dalamnya juga terasa tepat, selain juga sangat sensitif dan penting namun semua terasa teratur, tentang orang-utan di kalimantan ini, gue pastikan cukup kuat kritikan itu tersampaikan pada benak penonton.

Sherina disini seperti sedang menjadi dirinya (Isyana juga), ia telah berhasil membawa Petualangan Sherina di pundaknya, sisi lain yang juga penting bagi gue adalah gue menikmati dan bersuka-cita akan Petualangan Sherina 2 ini, dari awal hingga akhir, gue bersenandung-ria saat adegan menyanyi-menari itu muncul.

CONCLUSION

Gue senang dengan film dengan lagu pengiring ataupun tema lagu yang menyenangkan, sudah pasti sebagai film musikal, musiknya ada dimana-mana, tapi walaupun ini film musikal, gue senang lagu-lagu disini enak-enak semua dan gue tahu. Lagu yang ditampilkan juga tepat dengan adegan yang ditampilkan, jika sendu ia sendu, jika senang ia senang.

Pewarnaan disini juga enak, tepat dengan karakteristik Petualangan Sherina 2, dialog antar dialog hingga komedinya juga segar, dimana Aryo menang di bidang ini, di bagian edisi para bandit-bandit itu juga diperankan dengan baik oleh Randy Danistha dan teman-teman. Konflik menyedihkan juga suasananya mampu dibangun dan dibikin tak kalah baiknya.

Ini tipikal film yang bisa gue nonton sekali lagi dan lagi, semoga saja nanti ada pada Netflix atau lainnya, lalu gue pun berpikir, apakah jika dibikin Petualangan Sherina 3 akan sama baiknya? Apakah yang kedua ini begitu baik, sebab harta-karun dari masa lalu terutama tahun 90an selalu berkilau dan indah-indah? Entahlah.

Penilaian sentimental pribadi: 8.9/10 


Sherina Munaf & Derby - Nostalgia Bersama

Komentar

Postingan Populer