Jurnal Film; DI AMBANG KEMATIAN #ENSS

source: google images. Wikipedia.


Jarang senang dengan genre horor karena serem, tapi yang satu ini beda ini...

Dari awal saja sudah disuguhkan dengan adegan yang tidak biasa, visual yang menyeramkan dari tragedi tentang ibunya yang sakit keras namun terasa aneh, pesan terakhir dari sang ibu yang pada awalnya gue tidak memahami arahnya kemana, namun rupanya menjadi bagian inti dari cerita secara keseluruhan film, menakutkan dan penuh rahasia-rahasia di keluarga mereka.

Tepat menjelang pergantian tahun, yang menjadi kesukaan dari keluarga ini, ibunya tiba-tiba menyuguhkan makan malam yang tentunya menjadi momen favorit anak-anaknya juga suaminya, namun siapa sangka ini seperti menjadi perayaan terakhir dalam keluarga mereka sebelum ibunya melakukan aksi bunuh diri yang sungguh tragis.

Tentu membekas trauma bagi anak-anaknya terutama anak pertamanya yang sampai ia dewasa, ia menjadi sangat tertutup dan sering merasa ketakutan, ekonomi keluarga mereka perlahan membaik dan lebih dari berkecukupan, tetap terasa kalau mereka yang sisa bertiga ini tidak begitu harmonis semua seperti memiliki rahasianya masing-masing. 

Sampai suatu ketika, rahasia gelap sang ayah mulai tercium asapnya, yang sebenarnya terjadi anak pertama sudah tahu dari lama dan itu yang membuat ia menjadi seperti sekarang, ia pun dengan terpaksa membeberkannya kepada sang adik, yang tentu adiknya merasa aneh dan tidak percaya, namun ia ingin membuktikannya sendiri.

Pesugihan ekstrem yang ayahnya lakukan, hinga cerita-cerita masa lalu yang perlahan dibuka, perlahan juga anak-anaknya mau mengerti dan juga membantu terus kegiatan sang ayah ini, namun tidak mulus begitu saja, gangguan-gangguan tak masuk akal semakin pesat mengganggu ketenangan mereka, sampai titik, tumbal selanjutnya adalah sang anak pertamanya.

Ayahnya merasa hancur dengan yang ia lakukan, ia ingin menyelesaikannya, sampai menjual barang dan berhenti dari kemewahan, namun seperti mandi di lumpur kotor, tidak akan ada pernah jalan kembali, namun ia tak berhenti, ia membawa putrinya berkeliling kota demi kota, kabupaten demi kabupaten sampai ke ujung pulau jawa. 

Namun, putrinya perlahan mengerti, ia menjadi selanjutnya karena pada awal tahun setiap sepuluh tahun, tumbal menagih janji, ia pun ingin mulai menerimanya, jurnal yang ia tulis sebelum ia merasa akhirnya akan tiba, ia titipkan kepada kawan pria baiknya sebelum tragis menjemput, ayahnya hancur dan menyesali semua yang telah ia lakukan hingga tak meninggalkan sisa.

JOURNAL

Film ini, gila. Semua aspek terasa indah hingga membekas di batin, sedih, takut, merasa seram, marah, semua terkandung menjadi satu. Menurut gue juga, secara naskah terasa enak untuk menikmatinya, pesan-pesan yang ingin disampaikan, gue rasa juga terpatri sudah di dalam hati, jika tidak ada yang instan di dunia ini.

Terkadang keadaan sulit membuat kita semua memilih jalan pintas di luar akal sehat dan tidak berpikir panjang, sangat tidak ingin menghakimi tapi tentu saja tidak membenarkannya, semoga gue dijauhkan dari keadaan seperti ini. Sepertinya ini kisah nyata, tapi entahlah, jika sungguh ia, gue hanya bisa berempati dan mengenang semua orang di dalamnya.

Bertahun-tahun yang mereka lalui setelah ingin keluar dari jeratan ini, harapan seperti tinggal setetes air di gurun pasir, perlahan membuat putrinya, mulai bisa terima, tidak ada pilihan, ini seperti memberi sudut pandang baru pada kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di dunia ini, gue berharap ada pertolongan dan pengampunan dari yang Maha Kuasa. Maaf jadi terasa personal. @@

CONCLUSION

Di Ambang Kematian, visualnya sangat indah, gue sungguh menyukainya, gue jarang melihat film horor terutama film Indonesia yang sangat memperhatikan visual sampai sedemikian rupa, benar-benar seperti bukan film horor,  jump scare tetap ada namun, dari aspek penulisan hingga lain-lainnya, masih bisa mengimbangi dengan sebegitu baiknya.

Alur cerita yang baik, belum lagi, akting dari para pemerannya juga bagus, daya ekstrem seperti kekerasan dalam film ini juga membuat bergidik hebat, tidak ecek-ecek, gue juga tidak tahu bagaimana ini dilakukan, tapi minusnya masih ada pada bagian edit-mengedit tapi yasudahlah tidak sebegitu mengganggunya.

Tidak ada lagu pengiring yang sebegimananya yang gue inget. tapi bukan masalah, film dengan bagus seperti ini juga sudah mantap sekali, untuk menonton dua kali hingga tiga kali lagi gue rasa masih sanggup dan bisa menikmatinya, alurnya yang baik hingga konflik di dalamnya yang tidak main-main, kesedihan dan ketakutan sangat kental di dalam film ini.

Penilaian sentimental pribadi: 8.9/10

  

Komentar

Postingan Populer