Journal Film; BLUE BEETLE #ENSS
source: google images. Netflix Plans.
Gue pertama tahu film ini saat melintas setelah selesai menonton film lain, iklan di dinding lorong bioskop sempat mencuri perhatian gue, lalu kemudian tim bola favorit gue juga mempromosikannya, jadilah kepikiran untuk menontonnya, walaupun tidak tahu menahu tentang film ini, trailer juga gue tidak lihat, lalu, mari kita buktikan.
Scene pertama disuguhkan sesuatu yang dramatis seperti pulau terasing, helikopter dan sebuah rahasia, template seperti kebanyakan adegan aksi yang selama ini gue tonton, tapi tenang saja, gue tidak akan berspekulasi apa-apa, just enjoy the show. Pewarnaan yang cukup dingin dan dialog di situasi pertama ini cukup bisa menarik perhatian gue.
Penemuan barang asing, sekilas gue teringat tentang film Thor yang pertama, entah kenapa, dalam adegan saat ini dan kemudian masuk ke adegan selanjutnya cukup bertabrakan namun ini tabrakan yang indah, tabrakan yang menyenangkan dan ini titik dimana gue sudah tertarik untuk menikmatinya, mungkin juga sudah ada spill dari teman-teman online gue jika film ini bagus, ekspektasi gue meningkat.
Gue suka film-film dengan musik atau backsound yang sefrekuensi, yang menyenangkan. Disini sekembalinya sang aktor utama dari menyelesaikan pendidikannya, segera ingin berjumpa keluarganya, dialog yang komedik dan keluarga yang meriah, membuat suasana film ini hidup dan menyenangkan. Tak terasa lagi kalau film ini adalah film pahlawan super.
Walaupun kondisi keluarga Reyes sedang tidak baik-baik saja, suasana di keluarga ini begitu hidup, walau kebimbangan menyertai, komedi ikut mengalir. Jaime pun merasa perlu melakukan sesuatu untuk keluarga kecil yang ia cintai ini, setelah berdiskusi dengan sang adik Milagro, mereka berencana mencari pekerjaan yang baik, mereka ingin bangkit dari keterpurukan.
Bekerja di industri Kord tidak semenarik dan seindah angan-angan, bos yang arogan membuat mereka tak betah dan pada akhirnya dipecat, itupun kebetulan mereka mengalami suatu momen tragedi, namun keponakan dari salah satu bos Kord mau membantu Jaime setelah perkenalan pertama mereka di momen yang kurang menyenangkan.
Jenny Kord yang tahu bibinya, Victoria Kord, adalah orang yang tidak baik, ia melakukan siasat untuk menentangnya, dimulai dengan mencuri Alien Scarab milik perusahaan Kord, namun sialnya benda itu ia diberikan kepada Jaime dan malah perlahan dengan satu-per-satu menambah beban Jaime beserta keluarganya.
Pertempuran hebat yang terjadi selama jalannya momen, sangat-sangat menarik, alur cerita yang terkesan simpel (seolah bisa ditebak) malahan menunjukkan kualitas film yang satu ini, banyak moral sekaligus sosial-psikologi yang tersaji, ini benar-benar indah, cinta, keluarga dan pentingnya kisah masa lalu dikaryakan dengan tepat namun tidak monoton dan dipaksakan.
JOURNAL
Musik pengiring menciptakan suasana yang menarik, sejujurnya mungkin saja ini personal, pinggiran Hispanic yang selalu bisa gue nikmati apapun wadah karyanya. Benda-benda berteknologi, modern dan alur cerita yang gue sukai sekali, pewarnaan hingga kualitas kuat para aktor yang memerankannya. namun juga secara penulisan naskah tidak sekuat yang lain, tapi tetaplah on point.
Satu yang gue garis bawahi, penulisan naskahnya, seperti pistol yang selalu mengeluarkan peluru dengan kebisingan menggelegar maksudnya walaupun film ini mengedepankan teknis drama dan aksi, tapi seorang prajurit tangguh tetap akan menyayangi pistol kesayangannya sebagai perpanjangan tangan menaklukan seseorang, penonton.
Robot-robot ini gila, dengan sentuhan Nippon sense sebagai bumbu-bumbu kecil seperti kode curang untuk menaklukan diri gue yang sangat bernafsu dengan jejepangan. Jaime bagi gue tepat untuk memerankan Blue Beetle itu sendiri, keluarganya bahkan tidak bisa dianggap remeh, kualitas akting mereka, gerak mata dan mimik muka yang hidup, bahkan mereka seperti sayap-sayap kumbang biru.
CONCLUSION
Color-grading seolah menguatkan dan menegaskan jika keluarga ini dibangun berdasarkan oleh cinta dan kehangatan. sekali lagi gue mention untuk musik pengiringnya yang enak didengar dan sesuai dengan karakternya, belum lagi rahasia-rahasia yang sepertinya masih banyak tersimpan, dari latar belakang keluarga Kord sendiri, semesta Blue Beetle hingga asal mula keluarga Reyes sebelum di tahap ini.
Ruang bawah tanah milik ayah Jenny Kord begitu banyak rahasia yang masih perlu dikuak, apalagi adegan akhir yang begitu membuat bulu kuduk bergidik. Apakah hanya error system biasa atau sebuah semesta baru akan dihadirkan dalam sesi ke-2 nanti, ini wajib ada ke-2, tapi jika tidak ada ke-2 ini makin menggila lagi. Seperti Houdini dengan trik sulap yang tak pernah ia selesaikan.
Tapi apa mesti di film pahlawan super kebanyakan harus ada satu atau lebih anggota keluarga yang dilenyapkan? Setelah gue pikirkan selama jalan pulang, sepertinya sudah menjadi takdir bagi para perancang karya film untuk seperti itu. Semacam takdir yang menjadi suatu keharusan. Seperti belum menemukan sistem baru untuk mengakalinya, tapi gapapa.
Penilaian sentimental pribadi: 9.5/10
Lil Uzi Vert - Just Wanna Rock

Komentar
Posting Komentar