June #throwback
source: google images.
perubahan terjadi pada semua orang, termasuk dengan gue, mungkin beberapa melihatnya sama-sama saja dan bahkan mencerca dan menghakimi, tidak enak dirasa namun gue punya pilihan. tidak selamanya orang berubah sesuai dengan takaran ataupun penglihatan manusia lain, sesuatu yang tidak terlihat ataupun dimengerti terkadang disitulah orang-orang terpinggirkan ini berada. termasuk diri gue.
malam berganti pagi, pagi berganti malam selama itu juga gue tenggelam pada ketakutan dan keputus-asaan yang kelam, tanpa sadar dan mungkin tak disengaja ada bagian otak gue yang seolah melahirkan neuron baru menciptakan informasi dan sudut pandang baru, seolah habis mati hidup kembali, atau luka gores yang meciptakan daging kebal yang sakti.
luka membuat gue sembuh, tidak berharap kembali melahirkan harapan baru, berhenti mengejar juga melahirkan impian-impian yang lebih nyata dan penuh gairah, apa ini semua, tak satupun bisa gue mengerti dan memang seharusnya begitu jalannya. gue cukup senang merasakannya namun tak mudah dan rumit, gue tidak mengerti satupun yang ada.
hati yang mekar siapa yang punya, semua mengejarnya, luka pun seolah ikut bersorak senang lupa jika sepenuh hidup darinya adalah rasa sakit dan kasihan. tidak ada cara lain selain memilih pilihan yang bukan keinginan demi mendapatkan keinginan itu sendiri. terkadang rasa sakit mengajarkan sesuatu, tidak, mengajarkan banyak sekali ilmu hidup.
bulan yang berlalu adalah kekacauan yang menarik, rasa tidak aman, orang-orang asing, tidak bernada, hambar dan pahit, ketakutan apalagi, perasaan ingin menangis hadir setiap hari namun gue masih lemah untuk melakukannya, tembok gue terlalu tinggi, terlalu gengsi untuk menitikkannya, sekalipun malam datang bersama angin sejuk dan keheningannya.
gue sangat bersyukur ada Tuhan Yesus yang masih sayang pada gue, gue berharap Bapa tidak murka pada gue apalagi meninggalkan gue dari dunia ini, jika itu terjadi, habislah gue di dunia ini, tidak ada musim semi lagi, tidak ada lagi hujan-hujan embun yang menyejukkan hati, seperti kayu mati yang tak bisa terpakai kembali.
gue berharap gue bisa beradaptasi dengan bulan ini, mencintai apa yang hadir pada gue, sekalipun hari itu seolah sedang memusuhi gue, terus berpengharapan padaNya, namun sekalipun itu gue tuliskan dalam hati ini setiap hari, jujur saja, itu tidak semudah kelihatannya, kadang lupa, kadang sempit dan kadang se-putus-asa itu.
%20(1).jpg)
Komentar
Posting Komentar