Journal Film; ELEMENTAL: FORCES OF NATURE #ENSS

source: google images. Media Indonesia.


Film ini sudah cukup menarik bahkan saat baru dimulai

Pada awalnya, gue diperkenalkan dengan setiap suku dari dunia fantasi alam ini, entah itu tumbuhan, api, air bahkan awan, bahkan setiap benda yang mereka pakai cukup kreatif dan komedi. cara operasi setiap benda itu juga menyesuaikan dengan diri mereka masing-masing, perhentian adegan pertama itu berada di sebuah pusat transportasi yang entah darimana datangnya.

Dua orang yang berelemen api, sepertinya sepasang suami-istri terkesan kaku dan asing dengan tempat yang mereka berada sekarang, semakin meyakinkan jika mereka datang dari suatu tempat yang jauh mungkin tempat asli mereka bukan dari suatu tempat dimana mereka pergi berlibur ataupun kunjungan kerja, seolah mereka pun sedang terlihat cemas saat-saat ini.

Kecanggungan mereka di tempat yang baru membuat mereka sedikit ceroboh, seperti saat bertabrakan dengan sosok dari elemen air atau awan dan mereka seperti juga diasingkan oleh penduduk di sana. Yang seolah mempertegas jika mereka sepertinya tidak diterima di kota itu. Mereka butuh kepastian, seperti mencari suaka baru dan membuat mereka memilih berani.

Mereka mencari tempat untuk menetap namun semua warga dengan elemen berbeda seolah tidak menginginkannya, yang pada akhirnya mereka menemukan rumah yang di jual, mereka sangat bekerja keras atasnya, membangun rumah, mewujudkan impian di tempat yang baru, dengan anak kecil mereka yang mereka cintai, sembari membuka swalayan.

Long story short, sang pasangan yang telah lanjut usia ingin mewariskan satu-satunya usaha mereka kepada putri tercinta mereka, matahari mereka. Namun garis keturunan dan tradisi mereka yang mereka pegang sangat kuat, membuat gadis ini sedikit tidak leluasa, cobaan datang silih-berganti, drama kehidupan hingga asmara yang sudah waktunya bagi anak gadis mereka.

Ia jatuh cinta dengan sosok yang dari segala sisi sulit di gapai, seolah takdir menutup pintu dari awal, semua elemen akan setuju dengan takdir seperti itu. Bahkan secara alamiah mereka adalah elemen yang berseberangan, ia menyukai seseorang yang pada awalnya membuat ia berada dalam masalah, namun benih-benih kasih tak ada yang bisa menghentikannya untuk segera mekar.

Belum lagi ini mengenai mimpi, pilihan kita sendiri ataupun orang lain, tradisi-tradisi lama seperti ini, sepertinya masih sangat kuat terbawa hingga di masa sekarang. Ia mempunyai mimpi sendiri, ia menyadarinya setelah sekian lama ia pilih untuk terus menyangkalnya, sebab yang ia percayai adalah ini tentang ayah dan ibunya, dan harapan dari tradisi mereka.

JOURNAL

Perasaan yang dialirkan dan tercipta sepanjang gue menonton animasi ini, cukup campur aduk, sedih, senang hingga dramatis itu sendiri, cerita yang mungkin saja karena relate dengan kehidupan yang kita jalani seperti saat ini, dengan problematik kebudayaan yang dahulu yang idealnya untuk secepatnya adaptasi dengan kebudayaan yang mengikuti zamannya.

Secara animasi juga gue suka sekali, ada beberapa momen bangunan-bangunan hingga benda-benda terlihat sangat nyata, seolah ini bukan animasi, keren sekali, ada beberapa adegan yang sedikit sensitif mungkin dan canggung jika ditonton oleh anak usia di bawah tujuh belas tahun, yang gue sendiri nonton bersama adik gue, satu-dua hari sebelum ia kembali ke kampung halaman.

Suara hingga musik pengiring juga menyenangkan, ada beberapa yang terasa sangat tepat dengan adegan yang sedang dimainkan. Komedi yang segar, celetuk-celetukan yang menggelitik juga tepat sasaran, juga adegan dimana karakter animasi tersebut menjadi lucu, yah bagaimanapun ini animasi, tidak terbatas dalam memainkan bentuk fisik mereka untuk sebuah komedi.

CONCLUSION

Penulisan hingga pesan yang ingin disampaikan oleh si pembuat film berhasil hingga cukup dalam membekas pada gue, semakin mencapai akhir film, semakin dalam drama yang ditimbulkan, namun gue bersyukur ada akhir yang bahagia untuk semua, sebab menurut gue untuk film animasi keluarga sebaiknya menutup acara yang menyenangkan hati satu keluarga.

Trik-trik yang dipakai dan ditunjukkan setiap warga dari elemen berbeda juga cukup menarik, menunjukkan identitas dengan menyenangkan dan komedi sepertinya berhasil untuk membuat film ini tidak jadi membosankan sekali, mungkin cerita semacam ini sudah banyak diangkat oleh film-film lain, namun syukurlah film ini sendiri ada sesuatu yang bisa ditonjolkan.

Penilaian sentimental pribadi: 7/10.


                                                           Lauv - Steal The Show


Komentar

Postingan Populer