Oktober #throwback

source: google images.


Perjalanan ini masih panjang, siapa orang yang bisa menebak ini hal macamnya akan kemana.. Jadi memang sangat nikmat angin semilirnya selama perjalanan ini, walau cemas dan takut selalu membayang-bayangi diri, mengontrol agar pikiran dan perasaan tetap stabil tidaklah menjadi mudah. Godaan dan cobaan hilir-mudik datang berupa ujian.

Gue sedang mengejar apa yang menjadi keinginan, tetap bertahan saja dalam diam, tidak bisa banyak orang untuk tahu. Konsisten untuk tetap diam juga tidak mudah, karena menahan sakitnya sendirian cukup butuh tenaga ekstra, menangis adalah cara paling nyaman untuk bisa kembali menguasai diri sebab badai juga mampu membasahi tanah tandus dan daun kering di sekitar.

Sesuatu hal yang besar yang semakin kelihatan wujud jelasnya itu nyata adanya jika gue melihat dan memperhatikannya dari kejauhan, mundur satu langkah mundur lagi satu langkah dan masih mundur satu langkah, alhasil perlahan kenyataan yang gue yakini dari masa lalu menjadi kenyataan yang lain lagi, kenyataan yang lebih nyata lagi dari sebelumnya.

Trauma masa lalu mengaburkan cara pandang gue, gue ingin melepas tamengnya perlahan, ga ada cara lain selain tetap maju dahulu, jangan bawa siapapun sebab orang itu akan terluka oleh tajamnya kulit-kulit kita. Tetap maju dahulu walau tidak pernah ada kepastian yang mutlak, bisa saja semakin jauh semakin tak terlihat apapun, tapi sepertinya memang begitulah realita hidup ini.

Bisa saja sudah sangat lama gue berjalan yang mungkin gue rasa ini sudah akhir dari segalanya dan tetap saja tak menemukan apapun, tapi paling tidak gue berani mencoba, gue berani memutuskan dan paling tidak, semoga, tidak ada penyesalan yang menyakitkan karena tidak pernah berani mencoba. Walaupun untuk berani mencoba saja perlu energi ekstra.

Rasain sakitnya, terima dan jangan menolak lagi, supaya ia meresap sendirinya dan semoga kelak gue ingat selalu dan tidak lagi terulang, tidak mudah namun ga ada pilihan. Gue ingin apapun dari masa lalu itu selesai sehingga jangan menahan gue yang mau melangkah ke masa depan, gue ingin hidup pada lembaran baru yang sebenarnya.

Bulan baru ini semoga menjadi harapan lagi, semoga yang gue takutkan tidak terjadi, ketakutan besar yang melahap gue selama ini. Kesalahan besar yang gue lakukan dari keputusan yang tidak tepat bolehlah ada harapan dan pengampunannya, gue hanya manusia bisa yang punya budaya sendiri, yang memang tidak bisa gue tinggalkan tiba-tiba, yang memang gue mau tapi ada kenyataan disana.

Komentar

Postingan Populer