Journal; 9 september
source: google images.
Ada sebuah kejadian di bulan Agustus, tentang toiletry bag yang suka gue bawa ke luar kota. Tapi sudah berbulan-bulan ini engga kelihatan wujudnya. Gue mencari di seluruh bagian rumah, tapi tak menemukan, sempat gue tanya ke mba asisten rumah tangga, dari jawabannya ia pernah melihatnya bahkan membantu mencucinya, namun pas di lain waktu saat mau merapikannya, sudah engga ada.
Gue mulai gencar mencarinya sekitaran bulan Juli, dan bertanya dengan mba di waktu yang sama juga. Di tanggal dua tiga bulan Agustus, gue memutuskan ingin mencarinya di tumpukan barang di ruang tengah lantai dua rumah, malam harinya, setelah keluar dari melakukan aktivitas yang menyenangkan jiwa dan rohani. Full senyum, atas izin semesta, tas itu akhirnya ditemukan.
Di online, gue sempat mencari kembali, produk yang sama, merek yang sama, Ataru, tapi sayang sekali di toko resminya sudah habis, baru setelah beberapa waktu, gue memutuskan mencari melalui toko tidak resminya, tapi penjualnya mengatakan produk sudah tidak ada. Gue lemes tentunya, sebab entah kenapa gue senang sekali sama bag yang itu.
Toiletry bag yang itu gue memang ada merasa engga mungkin hilanglah, soalnya di dalam rumah saja, tapi saat sudah menyerah, gue memutuskan beli satu produk yang lain, yang mungkin engga akan begitu cocok bagi gue, tapi itu hanya gambaran emosi saja, gapapa juga sama barang lain dan hanya wujud kesukaan gue pada barang itu, karena memang gue suka sekali sama bag nya.
Tapi full senyum, pencarian yang memang ingin gue lakukan di keesokan harinya, tiba-tiba gue putuskan mencarinya sebentar di tempat itu, pelan-pelan dengan perasaan tenang dan tidak mau begitu berharap, puji syukur ditemukan, full senyum pastinya. bag itu menyimpan suatu kenangan tertentu dan menurut utilitasnya sudah cocok dan pas dengan yang gue perlukan.
Produk yang satu ini juga sudah gue cari di toko offline di lingkungan gue namun memang katanya sudah ga diproduksi, ada juga tas-tas serupa tapi beda yang pada akhirnya gue beli beberapa model untuk kegunaan yang lain, gue beli di hari yang sama saat gue mencari bag satunya di ruang tengah, secara ga langsung gue cocok dengan merek tersebut berarti (?).
Alhasil gue ga jadi beli toiletry bag yang lain, lumayan bisa berhemat, dan produk itu bukan yang mahal, jadi worth it bagi gue, dan gue sekarang senang dengan cerita penemuan bag yang lama hilang tersebut, karena lumayan sulit mencari toiletry bag yang cocok dengan kegunaan gue, yang memang suka gue bawa kemana-mana saat gue sedang bepergian.

Komentar
Posting Komentar