August #throwback




Gue terkejut ketika hal besar itu terjadi, keputusan yang keliru, membuat suatu kesalahan, gue tidak tahu ini akan berlangsung sampai kapan, yah, entah sampai kapan gue bisa bertahan, dan inikah rasanya membuat suatu kesalahan yang benar-benar fatal? Gue memohon belas-kasihan alam semesta, ini akan menjadi pelajaran yang hebat buat diri gue, gue tahu itu. Ini akan merubah jalan gue, jalan masa depan gue, kekacauan ini akan merubah sesuatu di gue, yang gue tahu ini tidaklah akan kecil.

Hari hari ini gue menghargai setiap hal kecil yang datang, momen kecil kehidupan, setiap waktunya, per detik, gue merasa ini akan berharga sekali, rasa sakit dan trauma yang membuat gue lebih dalam mencerna semuanya hingga tiba di titik seperti ini. Gue mudah lesu terutama hal besar itu, gue sudah kalah, gue tak tahu lagi harus seperti apa, walau sekarang waktunya gue berkumpul di padang halaman, semua walau sedang hancur hancurnya di gue, tapi tetap saja, semua yang disuguhkan pada gue di tempat ini, tetap bisa buat gue menghargai setiap momennya.

Apakah ada pengampunan? Kepada anak manusia kecil seperti gue, prinsip yang sekalinya kalah dampaknya besar sekali, gue membuat keputusan yang salah, gue mau penghiburan dan pengharapan lagi, mohon maaf, tubuh jasmani gue mematung hampa namun jiwa dalam gue sedang menangis hebat, kesepian, porak-poranda. Lain halnya lagi, yang sungguhlah terasa, dipandang remeh oleh manusia mayoritas normal dengan fisik yang tak pernah bisa dirubah dan tak boleh kan? Itu sudah masalah tersendiri, beri daku harapan wahai semesta baik yang sayang sama anak-anaknya.

Saat ini apa yang ingin gue lakukan, gue berusaha melakukannya, sebisa mungkin dengan logika dan batasan, gue takut ini akan menjadi sangat berharga di depan, di masa depan, yang hanya bisa dikenang, gue ingin menjaga baik jiwa kecil gue, semua karena trauma akan kehilangan sesuatu yang bahkan gue sudah lupa apa itu, atau tidak ada atau ketiadaan. Makan bersama keluarga kecil, obrolan ringan, kehangatan dan keberadaan, semua ingin gue usahakan sebaik mungkin, rasa cinta ingin gue bangkitkan sejak selama ini sudah dingin beku, cinta harus lebih besar dari rasa takut.

Serupa tapi tak sama, nyata adanya, percayalah, jangan pusingkan, sebab gue yang berbicara seperti ini pun tak kunjung berhasil untuk tak pusingkan, susah sekali tapi lebih baik adanya sadar dahulu daripada tidak ada sama sekali. Gue terus berdoa dan bersabar untuk hal semua ini, jauhkan gue dari kehancuran itu, maaf, gue berbuat salah, beri pengharapan dan keselamatan, gue akui, keputusan itu salah sama sekali, gue kurang adanya cinta dan kesepian juga sedang merayapi gue dari dalam.

Komentar

Postingan Populer