July #throwback

source: google images.


gue disini melangkah menuju masa depan bermodalkan rasa percaya dan mimpi, lebih tepatnya percaya akan proses dan diri sendiri dan juga mimpi, mimpi yang gue jaga terus lampunya agar tidak benar-benar padam, gue sadar dan tahu betul, selama proses ini banyak kesalahan dan lupa yang gue lakukan tidak luput juga belum mampu menghadapinya, jadinya harus ulang sekali lagi.

hati ini juga penuh badai, goyang sana-sini tapi biarlah begitu sebab ini semua bagian dari proses, dan gue percaya akan ada campur tangan oleh semesta alam terhadap gue, banyak tidak-percaya diri ketika sedang menghadapi dunia dan realita, isi di dalamnya. Bahkan rencana satu per satu mulai kelihatan runtuh, gue akan meyakinkan diri, jika memang bukan milik gue, sampai kapanpun gue tak bisa memilikinya.

dan jikalau ada badai esok hari, gue cuma yakinkan diri untuk tetap kuat, diam dulu, bertahan dulu sama derunya, beri diri ini jernih dahulu, kadang bisa jadinya kebingungan sendiri dan lelah sekali, tapi yang gue dapati, itu buat gue belajar, sesuatu yang hasilnya memang gue inginkan, mau ga mau harus terjun saja kesana, bukan main.

bulan juli penuh kejutan, tapi syukurlah gue mampu bertahan juga, gue masih selamat, gue masih terdampar di daratan, apa ini, pantai tak berpenghuni. Dan syukur juga, gue masih bisa makan sesuatu yang pantas, nikmat yang gue syukuri, kesehatan yang mahal dan juga nikmat, gue harus belajar bersyukur pada hal-hal kecil seperti ini, supaya pantas jika mendapati hal-hal besar.

tenanglah, gue hanya perlu jalani ini satu per satu, hari demi hari, nanti setelah bulan demi bulan gue akan menjadi sosok baru lagi, yang bahkan gue tak mengenali lagi diri gue di masa lalu itu. Sabar saja, semua hal hal baik tidak mudah untuk didapatkan, gue ingin memantaskan diri untuk sesuatu yang menarik di masa depan.

ada monster yang harus gue taklukan di diri sendiri ini, tidak bisa, sesuatu itu tidak bisa lebih besar dari gue dan apalagi sesuatu itu akan gue bawa ke masa depan, gue tahu racun apa yang ada di dalam sana, gue harus menemukan antidot tersebut, tentulah, melalui proses, dan rasa sakit selama pelatihan diri ini, lama-lama gue akan terbiasa.

ada harapan di hari baru, permulaan yang baik lagi untuk menjernihkan pikiran dan diri, ada sunyi yang harus gue rombak, tidak lagi sunyi yang dingin dan kotor, gue ingin tempat itu menjadi sesuatu yang menarik dan nyaman setiap gue akan berkunjung kesana, perlu membuka mata lagi untuk menghadapi realita yang sesungguhnya. 

Komentar

Postingan Populer