Journal; 15 August

source: google images.


saat ini gue sedang mengejar semua yang perlu diselesaikan, semoga gue selalu dalam keadaan sehat sampai semuanya terselesaikan, belum lagi nanti mau vaksin booster, kalau bisa sih sehat terus, tapi pun kalau nanti sakit semoga ga lama-lama yah, masih banyak yang mesti gue selesaikan, sebab waktunya sudah ga keburu.

soal hati, sepenuhnya perlu diperhatikan, tidak bisa anggap remeh, dalam kuat gue gue jaga, soalnya hal masa lalu masih suka menghampiri dan menggenangi seluruh ruangan dengan ingatan-ingatan buruk, ini semua tak bisa disangkal, ini semua harus diterima apa adanya, tapi sejujurnya gue ga paham diterima apa adanya apa yang dimaksud?

hati yang kacau, bisa membuat diri tak terkendalikan, terpuruk, merasa bersalah, merasa tak ada harapan dan bahkan merasa putus-asa. sedangkan gue seorang amatir dan gue diharuskan menemukan potongan-potongan itu sendiri, tak ada pilihan lain, tak boleh mengadu, tak boleh menyerah, ini semua tak semudah kelihatannya, dan tak ada yang serupa satu sama lain.

ada anggapan jika kau ingin terbang tinggi maka kau harus melepaskan beban tak penting dari pundakmu, itu terasa masuk akal dan menguatkan tapi secara prakteknya, ternyata ga mudah, mungkin gue yang tidak terbiasa, gue masih muda, jadi mungkin tak apa bagi semesta bila gue banyak melakukan kesalahan-kesalahan, tapi gimana dengan batas-batasnya?

jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore saat gue menulis ini, gue ada aktivitas olahraga saat ini, sebentar lagi gue akan kesana, latihan, menghabiskan seluruh energi hampir tak tersisa, itu cara terbaik menghadapi hari, membuang hal tak berarti dan bisa memicu hal kimia rasa kebahagiaan dalam tubuh, membuat pikiran segar dan menghentikan sementara pikiran tak segar itu.

gue banyak ketakutan, sama seperti manusia lainnya di bumi, dalam realita yang terjadi, segala sesuatu bergerak dengan cepat, sangat cepat, tidak ada satupun yang bisa menjadi pegangan pasti, yang ada sebenarnya kita harus ikut fleksibel, namun balik lagi, tentu tak semudah dari perkiraan, apalagi gue adalah golongan yang sulit membaur, jadi perlu tenaga ekstra untuk ini semua.

sekarang dalam keadaan menulis, hampir jam tiga, dua empat tiga, hujan turun, apakah nanti gue akan pergi olahraga, entahlah. kita lihat apa yang terjadi, bersama gelas, lampu dan parfum-parfum kita lihatnya, tapi bersyukur masih diberikan hujan, kekeringan juga ga baik, hujan membuat perasaan saat ini lebih lepas, daripada cemas. mending turun sekalian dan memberikan kelegaan.

Komentar

Postingan Populer