Menggenggam ketiadaan
source: clip from youtube (Welty)
Memastikan sesuatu yang menyakitkan adalah another level of dongok sakit. Akhir-akhir ini gue sedang menciptakan peluang untuk menyiapkan pondasi agar gue lebih kuat lagi dalam menghadapi realita. Sedang belajar melepas sebuah genggaman-ketiadaan, lalu, seperti kuda di pacuan lari yang siap berlari ketika pagar terbuka, berlari menuju garis finis, tapi kuda-kuda ini ada yang bersihkan dan rawat.
Gue terlalu sering melukai diri sendiri, entah secara fisik maupun mental, tentu ini ada akarnya, yang sedang gue perjuangkan untuk memulihkannya. Gue ini NPC #117233888622963033, gue bukan segalanya, gue bukan pusat tata surya, hanya seseorang yang ingin bersiap melangkah jalani porsinya, pulihkan haus validasi dan yang tadi itu, melepas genggaman ketiadaan dan lanjut bikin puisi.
Terima-kasih karakter 2D atas hal kerennya, gue banyak belajar dari tingkah lucumu, pikiran kotor dan negatif yang ada di gue perlahan sedang gue bersihkan, membuka tutupnya agar lumpur itu keluar, berperang dengan diri sendiri adalah another level of pain. Tentu juga alam semesta yang selalu memperhatikan semua anak-anaknya, terima-kasih.
Permen karet gajah terbang berwarna biru itu sudah lama tidak gue konsumsi, dahulu ia juga termasuk sumber kesenangan dan kemenangan kecil buat gue, bahagia selalu sederhana, harus seperti anak kecil yang belum banyak perlu tahu, hanya hal hal kecil yang ia izinkan, entah kesenangan atau rasa penasaran, ahli filsafat itu ada dua yaitu seorang anak kecil atau filsuf murni.
Luka masa lalu sungguh merepotkan, oknumnya sudah lupa bahkan tidak pernah tahu, sedangkan diri kita yang kesusahan harus sapu-sapu bersih-bersih, bahkan kita sendiri masih banyak yang belum kita ketahui apa racun yang masih menyelinap pekat bahkan menginap dalam jiwa kita, sudah bertahun-tahun, dan terhambat oleh trauma maka diri ini tidak pernah secepat itu dewasa.
Ngilu dan sensitif sekali dalam mengurai setiap hal yang diri ini rasakan, penghakiman dan kesalahan yang berwujud rasa sendiri adalah masalah yang lain lagi, terjebak terkurung sangkar burung. Ada pada jiwa setiap manusia, entah apapun itu, sakit adalah rasa paling tidak nyaman di bumi, atau di Mars? Di Mars pikiran ideal diri gue sendiri, sang planet asing.
Lekas pulih menjadi kuat diri gue, hidup tidak menjadi mudah, perlahan saja tapi pasti, bertahan terus saja semampunya, sebatasnya, pelan-pelan, jangan menyerah, jika sudah diluar batas, mundur saja, kalah saja, tidak masalah, asal jangan buat semua menjadi berakhir, ada cara lain, memang sakit, tapi nanti, suatu hari nanti akan ada teman-teman yang baik untukmu.
Paling tidak, akan selalu ada hal indah yang menunggu jika memilih terus hidup~
:)
:)
Komentar
Posting Komentar