March #throwback
source: google images.
Hari ini hujan, sekarang pukul 04.23 sore, juga belum berhenti lagi, hujan dari jam 2 lebih tadi, jendela kamar lupa ditutup alhasil lantai banjir dan furnitur kebasahan. Ada yang lepas ada yang memang harus pergi, terkadang menghiraukan prinsip dan masalah sendiri demi sesuatu yang lain tidaklah sebaik itu, gue hanya tidak ingin kehilangan diri sendiri yang memang sampai saat ini juga, belum menemukannya.
Gue selalu ingin berlari tapi entah kenapa gaya gravitasi dan angin terlalu besar sehingga terasa melambat dan tertahan, sudah mau sampai menara, eh, tiba tiba kabut tebal dan angin mengencang sehingga gue perlahan turun sendiri, menghambat dan menakutkan, mengkhawatirkan dan mencemaskan, gue sempat sakit empat hari dan itu seperti awal gue terkena kabut tebal itu.
Gigi bolong tatapan kosong, hati gue seperti lorong dan kerjaan gue hanya planga-plongo, terperangkap visualisasi masa lalu dan hentakannya membuat gue tak berdaya sehingga gampang terjebak dan terasa sekarat sekali bahkan melewati satu hari-per-satu hari saja lelahnya minta ampun, per detik berharga itu hanya untuk rasa sakit dan kepanikan dari masa yang sudah berlalu.
Hentikan kegilaan ini, apakah ada harapan? jika kamu ragu terhadap diri gue cukup bawa diam saja, tidak lagi percaya juga tidak masalah, biarkan gue eksperimen sendiri dan menjadi berani membuat jalan hidup gue sendiri jangan lagi bertingkah yang bisa membuat gue seperti ragu dan cemas, kamu takut, gue sendiri lebih takut, jadi tidak pernah ada yang namanya pilihan.
Tidur tidak cukup, tidur pagi pagi sekali, mata ngantuk dan badan lemas adalah situasi diri gue yang sekarang. Kecemasan meningkat, kepanikan meningkat, berpikir berlebihan, ini mulai menggerogoti gue perlahan, gue ingin tenang dahulu, gue juga ingin menghentikan dan selesai dari yang namanya konsep haus akan validasi yang tidak penting.
Cairan yang gue takuti mulai larut dalam diri gue untuk kedua kalinya, tidak ada yang memaksa tapi gue yang memutuskan sendiri, supaya di masa depan hal hal lebih mudah pikir gue, apakah itu setimpal? gue tidak tahu, harus masa depan yang lebih lama lagi yang bisa menentukannya, kelak, jika ada efeknya, semoga tidak membuat gue menyesal terlalu dalam.
Harapan gue, gue lekas pulih, lekas menggapai dan menjalani apa yang gue ingini setelah itu nantinya gue berharap gue bisa konsisten dan fokus pada apa yang gue perjuangkan. Jangan kendor karena perasaan-perasaan itu, gue cukup belajar banyak juga dan harapan gue ini bisa jadi bekal yang pas untuk gue bawa kemana-mana.

Komentar
Posting Komentar