24+
source: google images.
Pikiran gue beberapa waktu lalu...
"Beberapa hari lagi gue akan lahir ke dunia, yang fana, yang penuh kemelekatan, yang panjang dan sekaligus singkat."
Dan memang,
ada orang-orang yang tidak tersentuh kemajuan zaman, bagi gue orang-orang ini menakutkan. Menakutkan, karena mereka orang-orang tangguh dan bisa tahan dengan konsekuensi, itulah hebatnya mereka, ada rasa kagum juga dengan mereka, tapi mungkin juga dipenuhi hal hal yang ga nyaman dalam keseharian mereka, tapi balik lagi, mereka orang-orang yang tangguh.
Dan semua orang beda-beda, engga ada yang sama, normal saja.
Kembali lagi pada titik start yang baru, hanya garis start -nya saja yang baru, hidup mah tetap berlanjut, tetap semangat dan tetap harus lapar. Semua ini bagian dari proses, termasuk kesalahan, yang memang ada di dalamnya juga. Kesalahan ada untuk diperbaiki, selain itu, kegelisahan yang banyak meliputi gue, begitu juga dengan kekhawatiran, keraguan dan lainnya. Tapi mereka ada, agar gue lewati dan pelajari.
"What is funnier than 24?"
Kayaknya angka-angka selanjutnya seperti dua puluh lima, semakin dua puluh enam dan dua puluh tujuh maka angka kelucuan makin tinggi, haha, hidup tak tertebak, hidup tak semakin mudah, tapi gue akan benar-benar semakin kuat, harus dan wajib. Dan ketika momen terbaik itu datang (entah apapun itu) gue berharap, gue ada di bagian titik hidup dimana gue sudah siap.
"For better reasons?"
Tentang keluarga, sejauh-jauhnya buah jatuh dari pohonnya, gue yakin pohon itu masih akan kelihatan, kecuali buah itu diambil tupai atau burung penyendiri, bisa juga diambil anak kucing dan anak anjing, tapi kemanapun buah itu pergi, dia adalah dia, tekad dia, manisnya daging-nya, harapan ia muncul ke dunia, semua adalah milik dia dan milik semesta.
Layaknya sebuah ide, gue selalu ingin mewujudkan semua hal-nya (ide), tapi pada akhirnya beberapa menjadi arsip saja dan belum kemana-mana, jangan sedih, sebab masih bisa untuk mewujudkan di masa depan, sekarang melangkah saja dulu, melatih kebiasaan baiknya saja dulu, kelak arsip-arsip itu akan melahirkan kata-kata dan kalimat tertentu lalu menjadi baru.
Anak muda pandangan belum begitu luas, mantapkan saja diri sendiri dulu, sembuhkan dulu yang perlu di sembuhkan, jujur, gue engga tahun kapan datangnya, tapi gue yakin akan datang, jika tidak datang, mungkin bukan tidak datang tetapi memang tidak untuk eksistensi diri kita atau cocok dengan kita, relakan dan terima, karena untuk apa? hal itu juga kan? masih ada yang lain yang lebih membutuhkan perhatian gue.
Untuk Apa / Untuk Masa Lalu
Harapan gue selalu banyak, ayo diri gue sendiri nikmati perjalanan panjang ini, sebab kenikmatan saat perjalanan-nya itu lebih enak dan mengasyikkan ketimbang hasilnya. Coba saja apapun, bahkan itu seolah asing, ya asing, kalau sudah dicoba maka ga akan asing lagi, nanti hal asing itu juga akan "diri gue" banget.

Komentar
Posting Komentar