setrum
source: google images.
dulu aku senang bernyanyi
ini dan itu, seperti salah satunya-
lagu-lagu kebangsaan
dengan nada tak tepat
seasalnya, hanya ingin berekspresi
berulang-ulang,
benar-benar seasalnya
seperti;
di hadapan kipas angin
isengku menyebalkan
sampai di suatu kebetulan
isengku terbalas begitu saja
jariku tak sadar, tak terkendali
menyentuh salah satu bagian
secara tak sadar
dan kesetrum, kejut
lalu aku terpatung
tak lagi bernyanyi iseng
sudah dihukum sang pahlawan
sambil tersenyum
dari alam baka
:)
-kepri, 22 maret 2021

Komentar
Posting Komentar