conTemplating... #2

source: google images.


Gue berkhayal tentang sesuatu yang diluar pengertian umum, sering, sesering itu sampai gue gelagapan sendiri, itulah hobi gue sebenarnya. Gue merasa yakin 14.40 adalah angka waktu yang bagus dan cantik, estetis, itu adalah waktu di awal sore, dimana itu adalah keheningan yang tak terasa, tanpa disadari, tapi tidak lagi selalu begitu untuk seterusnya, karena dia sudah diketahui keberadaannya.

Masih ada dan utuh, hanya, kebanyakan dari, selain kita-kita ini adalah orang yang tamak dan rakus, maka ia akan menyembunyikan keberadaan dan kealamian dirinya.

Gue membayangkan diri sedang merebahkan-diri di padang rumput yang hijau dan tersembunyi di kota ini, menatap permulaan senja di langit, menonton angin menderu berbalapan, sadar akan keberadaan diri sendiri, menyembuh-luka, melupakan derasnya air terjun masa lalu yang keruh mulai perlahan tersaring sempurna, jernih dan luka-luka itu seketika sembuh dan berdamai.


Gue tidak aktif bersosial nyata, gue tidak bisa, apa boleh buat? 

Terlalu memaksakan diri juga jatuhnya melukai kealamian itu sendiri, gue tidak membenarkan yang kurang benar atas nama self-love, yang tepat ya tepat yang kurang tepat, apa salahnya berubah? Gue tidak menutup kemungkinan apapun, sekalipun itu berbeda 180 derajat dari prinsip gue,  tapi walau bagaimanapun, jangan mengharapkan kesempurnaan itu datang dari gue.

Gue dan lumpur adalah teman sejati, tapi bukan berarti gue seekor babi, juga bukan berarti babi itu gue pandang sebelah-mata, kasihan babi, padahal dia tidak melakukan apa-apa, kenapa mesti begitu? Dagingnya kamu makan dan enak tapi saat dia hidup, kamu memandang dia kecil, gendut, tidak adil, kasihan babi, oh~ kasihan babi...

Tapi tenang saja, babi tidak peduli padamu, dia memikirkan urusannya sendiri, dia asyik dengan dunia dan pikirannya. Opinimu tidak valid baginya, urus saja bisnis masing-masing, sudah lewatkan saja~


Komentar

Postingan Populer