Skylark

-001 Gold

Source: google images.


Yellow

Bunga kuning memisahkan diri -gugur dari tangkainya, semerbak namun terbang terbawa arus angin bersama kelompok lain teman-temannya. Mereka benar benar bersiap sedia melayang ke utara tempat dimana awan-awan penuh biasa berkumpul dan berpesta pora semeriahnya, menghargai mimpi-mimpi yang akan segera terwujud dan terjadi. Tempat dimana mereka akan dihargai penuh sebagai perlambang kebaikan hidup dan bahkan tepat sasarannya- momentum hidup mereka saat masih berwujud energi di dalam tanah!

Tak hanya kelompok kuning, disitu juga ada yang lainnya. Jangan lupakan merah muda dan violet. Jangan lupakan kenangan dan aku yang selalu memikirkan engkau dan tak sesering itu untuk melupa kehadiran, bahkan dari bau tubuh, karena engkau yang mencintai taman ini, tanah ini dan tanah kelahiran. Semua yang dibutuhkan untuk merasa bahagia datang dari diri sendiri dan warna kuning juga awan cerah.

Jangan lupakan aku, Melvin. Teman seperjuangan engkau dahulu, saat bersama-sama berada di bawah, saat kita berdua masih berbau lumpur dan noda karena terlalu sering berburu di hutan. -Sepucuk surat itu, aku masukkan kedalam botol kaca lalu aku titipkan kepada Albert -pak tua seorang nakhoda kapal Merry Blue Malibu yang sebentar lagi akan berangkat dan membelah samudra untuk sampai di benua seberang nan jauh, tempat Melvin berada.

Aku menitipkan surat itu kepada pak tua tanpa merasa terbebani, sebab sedari kecil sudah saling mengenal dengan diriku dan juga Melvin, yah! Karena kita satu tanah kelahiran, dari kota kecil bernama Kolibri

Surat akan tiba kira-kira dua bulan lamanya kepada saudara sejiwaku.

Boredom

Tunggu dan lihat, sampai matahari turun dan tenggelam. Aku kini sedang berada di dalam ruang kamarku seperti biasa, aku menatap cermin dan berucap kepada diriku sendiri kalimat kalimat penyemangat, yang memang pantas aku terima, bukan dari orang lain tapi dari diriku sendiri. Aku berhak menjadi pantas dan merasa bahagia. Obsesi dan ekspektasi mulai diriku kurangi, aku ingin jauh dari "kemelakatan" haha, sedikit filosofi.

Aku kembali duduk dan sudah mulai aku sadari, aku hitung-hitung sudah sebelas kali aku menguap dan berucap kata "kebosanan"  kira-kira seribu kali xx

Karena diriku legenda.

Aku merasa senang ketika diriku bisa merasa senang. Bingung adalah makanan sehari-hari, wajarkah bila aku sering bingung? Tentang hidup, kehidupan dan eksistensi. Ah, sadar, sadar sedikit. Pecahkan gelembung yang mengelilingi pikiranku. Aku masih saja menunggu balasan surat dari Melvin kira-kira paling lama satu setengah bulan lagi, mungkin. Aku tidak terlalu berharap sebenarnya, aku hanya ingin memastikan jika dia baik-baik saja, aku tidak ingin mengetahui dia sedang apa, aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja, itu saja...

Merkurius

Aku tak pernah tahu apa-apa tentang dia lagi.

Aku dan Melvin sudah bagai saudara kandung, kita berteman sudah dari sejak lama. Kamu tahu, padahal Melvin dengan diriku, jika dilihat dari sudut manapun, kita sangat bertolak belakang, kebiasaan diri, prinsip dan pandangan sangat jauh berbeda. Tapi semesta memang selalu punya rahasia menarik untuk membuat dunia punya cerita baru. Aku dan dia adalah legenda. Suatu hari nanti, bahkan sejak hari ini, tidak juga. Kita menjadi legenda, sudah dari pertemuan pertama kami.

Dia pergi merantau dua tahun lalu, dia ingin menjadi jurnalis sedangkan aku seorang penyair penyendiri. Aku suka membuat sisi belakang koran kota lebih hidup dan filosofis dengan karya karya-ku dan dibaca ratusan warga lokal, mengisi ruang imaji mereka agar tidak terlalu takluk oleh keadaan normal yang bisa saja menjadi sesuatu yang mengerikan di masa depan. Menjaga kewarasan dan kewaspadaan, entah mengapa penting bagiku.

Dengan gaji secukupnya, aku bisa hidup dan tetap melakukan kesenangan-ku, juga masih bisa menabung demi diriku agar tetap mampu terus berada di suatu masa di masa depan, sudah cukup bagiku. Ohya, perkenalkan... Namaku, Charlie.

Salam cinta, xx
untuk warga bumi.
.
Dari warga lokal Kolibri

#phonediary

Komentar

Postingan Populer