June #throwback
Takdir, gue tidak mengerti apapun tentang takdir, tapi... anggaplah saja begitu. Gue tidak tahu sama sekali Semesta mau membawa gue kemana. Semakin aku mencari tahu, semakin tidak menemukan apa-apa. Semakin gue tahu, semakin gue tidak tahu, tahap selanjutnya apa? Berjalan sajalah, tapi beri tahu gue cara melepaskan borgol masa lalu yang mencengkram di kaki. Gue ingin berjalan baik, gue ingin bernapas lega. Kasih tau gue kunci emasnya.
Burung burung berkicau di luar jendela, gue lama bangun kembali hari ini, hari sudah sore. Pantas saja gue selalu tak bersemangat, gue tentu ingin merubah kebiasaan ini, tapi gue tidak ingin melampaui proses, karena bukan keinginan gue untuk memaksakan kehendak, gue suma proses, gue suka walaupun sakit dan ga tau di depan itu ada apa sesungguhnya, sabar saja satu per satu, ini pasti ada hasil baiknya. Gue percaya akan ada pelangi sehabis hujan.
Bulan kembali berlalu, waktu kembali berlanjut. Yang di belakang biarlah di belakang, gue sedang mencoba. Semampu gue, pasti bisa. Emas ataupun perak itu tetap berharga kok. Yang gue pelajari di bulan berlalu yaitu terus melangkah saja dahulu, sabar satu per satu, tenang dulu, berpikir tenang dulu, jangan biarkan pikiran buruk mengungkung dan memenjarakan. Semesta paham, Semesta mengerti, Semesta akan mengampuni, karena kita semua anaknya.
Harapan gue untuk selanjutnya, gue tetap ingin diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melewati ini semua, sabar belajar sabar, ekspektasi boleh tapi gue ingin mengurangi capek tau... Diberikan kesehatan & kesejahteraan luar dalam gue, tetap sabar berproses. Salah, gagal itu nyata adanya sudah satu package dalam proses ini. Tetap positif di pikiran, keadaan baik dan buruk itu sudah satu padu, tinggal cara pandang gue saja. Gue yakin bisa, Amin. God Bless me and you.

Komentar
Posting Komentar