Rubah takut pada sepi

source: google images.

Terima kasih atas ketidakcocokan-nya selama ini...

Siapapun itu, yang ingin gue utarakan, gue yakin gue benar tapi tak bermaksud paling benar dan menjadi lupa diri, gue manusia. Walaupun begitu gue juga tidak mungkin tidak pernah benar, gue meyakini. Gue sadar, gue penuh pertimbangan, selalu ingin waras, selalu ingin mendekati lebih baik- 1% satu hari dan gue melakukan apapun dengan berpikir.

Terima kasih untuk segala penolakan, gue berusaha menerimanya, perjuangan kesadaran gue tak dinilai sama sekali. Gue tidak bilang gue adalah terbaik, tapi gue percaya gue bisa jadi yang terbaik. Begini rasanya jadi berbeda, bukan omong kosong, buka cakap besar, bisa jadi juga. Menyerah bukan berarti kesalahan, bagaimana jika menyerah karena hasil berpikir, menimbang dan strategi?

Gue harus kuat, gue ini prima-gue pantas, gue mungkin sedang membayar karma di masa lalu, tapi gue tak pantas harus mereka beginikan, mereka sama sekali tak pantas, gue menantang ini semua hari ini. Gue menerima yang harus gue terima, tapi perlakuan manusia-manusia yang satu dengan yang lain itu sangat memancing sebuah pembuktian! Tanpa ingin dendam tersambung lagi.

Yang berlalu pasti berlalu, tapi memendam, apalagi memaksa menekan sampai dasar dengan tujuan melupakan begitu saja sangat tidak adil dan kejam sekali. Semoga gue tak menjadi sosok seperti itu kelak, gue tercemar tapi tak juga harus seperti itu, tak mesti seperti mereka. Gue sakit, gue kesepian, gue lelah, tapi gue juga perlu sesekali menjadi sandaran buat orang lain.

Suka dan duka adalah penyeimbang, gurauan dan patah hati masih membekas di dalam hati. Gue ingin anda pergi tak perlu sungkan berdiri disana menjamu gue, pergi saja tanpa perlu gue usir, anda tak mengenal gue, bahkan tak mengenal diri anda sendiri,  bagaimana bisa anda tak merasa bodoh? Anda pergi saja, ego anda sangat merusak alam dan ingatan.

Berjalan sendirian adalah pilihan dan kesenangan buat gue, sudah pasti jalan yang gue gairahkan berbeda dengan yang lain lain. Gue ingin beliau tahu, semesta tak mengelilingi dia saja. Anggar apa yang dia anggarkan? Pandangan semacam apa yang dia sedang lihat. Mengapa sangat penuh luka dan ketakutan jika berada di dekat dia?

Sendiri kemudian sendiri lagi sampai kemudian hari, semoga sehat ada mengikuti menjadi bayangan kemanapun gue pergi dan ketika jatuh dari ranting pohon tebal, digondol kucing dibawa pergi, ditusuk berkali-kali oleh para pecundang dan tetap selamat dan bugar. Gue ingin ada gunanya buat semesta, bukan buat ego manusia seperti mereka.

Komentar

Postingan Populer