December #throwback

source: google images.

Drama is life!

Drama adalah topik besar dari keseluruhan ini semua. Mungkin memang sudah menjadi jalannya jika drama adalah bagian dari hidup gue. Mungkin kehidupan dramatis memang tercipta dan menjadi takdir yang tak lepas dari arah hidup gue. Segalanya, menjadi tak bisa diterima tetapi harus ditelan bulat-bulat, dulu bolehlah, gue benci drama bla..bla.. bla.., tapi setelah gue menyadari sesuatu, lebih tepatnya tidak lagi denial, gue mulai yakin, "Hidup tanpa drama adalah tidak hidup".

Isi cerita bulan lalu segalanya adalah drama, gue tidak lagi terkejut hal beginian, hanya gue masih selalu saja merasa heran. Gue sejenak berpikir, "Kenapa sih hal seperti ini bisa terjadi, bisa saja lho untuk tak terjadi, namun jika ternyata harus kejadian seperti ini yasudalah~". Intinya gue harus tetap tenang, berusaha tak terlalu banyak cemas, luka menjadi luka, heran biarlah heran, tapi gue harus bisa kendalikan diri gue sendiri, saat-saat ini.

Tapi bulan lalu menjelang babak terakhir, gue mulai merasa hampa, tak berguna, merasa kelaknya akan suram, gue menyadari cepat jika itu adalah cemas gue yang muncul, pikiran pun mulai buruk. Tetapi, mengobatinya adalah tetap hal yang sulit sekali, gue ingin move on dari ilusi ini, rasa sakit ini. Gue tak lagi ingin menjadi budaknya dan tenggelam di singgasana-nya lagi. Beri gue satu ramuan baik untuk menghentikan pendarahannya sang luka mental besar ini.

Semakin gue menjauhinya semakin dia berada tepat di muka. Dia seolah ingin menembakkan pistol ke wajah gue, ilusi-ilusi semacam itu sungguh membuat gue kewalahan. Tak banyak yang tahu, penjara seperti apa yang ada di dalam sana. Mereka-mereka yang hanya peduli pada hasil akhir, mana mungkin tahu kelamnya tersiksa dan terkekang di dalam penjara hitam seperti itu. Tapi, baguslah jika mereka tak tahu, janganlah, jangan tahu, disini gelap dan tak ada apa-apa.

Tapi baiklah, okelah. Ini tahun baru, gue tidak ingin membuka celah suram raya terlalu banyak, kita hargain hari baru ini dengan merayakan-nya dengan sepotong kue harapan dan sebotol soda doa-doa baik, renggangkan diri sejenak, beri senyum manis yang tulus untuk menghargai orang-orang yang merayakan tahun baru ini. Saling menghargai itu penting, makanya mari kita memberi ruang untuk orang-orang baik ini, bersuka-cita jangan dulu bersedih!

Harapan besar tahun baru ini, gue ingin tahun ini cukup tiga hal dulu jangan terlalu muluk-muluk, takutnya ga kesampaian malah runtuh jiwanya. Yang pertama, bisa jadi diri sendiri lebih solid lagi. Yang kedua, semakin down to earth kepada Semesta alam raya. Yang ketiga, sejahtera dan menguat (membaik) kesehatan mentalnya. Gue dan segala kebaikan juga kekurangan kebaikan di tahun lalu, bisa diampuni sama Sang semesta alam raya, gue tahu gue banyak kurangnya, hehehe...

Indah masa lalu. Biarkan menjadi kenangan saja, jangan lagi datang dan mengungkit-ngungkit... Kesian lo gue, Beri gue harapan indah dan semua menanjak baik di tahun ini. Semakin kuat, sehat walafiat, sejahtera jiwa dan raganya, senyuman selalu berkibar luas, keluarga kecil yang selalu hangat dan sehat komunikasinya. Membaik tak mesti putih kan? Membaik juiga tak mesti yang sempurna sekali. Bisa bersyukur apapun yang terjadi saja sudah lebih cukup. Amin Semesta.

Komentar

Postingan Populer