Fate
source: google images
Berada disini
& tinggal disini...
Kepercayaan bisa punah
Menulis cerita dan bait puisi
Tentang kisah yang tinggal kenangan
Sebuah kertas penuh debu
Siapa yang akan peduli?
Pendewasaan...
Aku ulangi kata itu sampai tidak ada lagi artinya.
Sampai aku tidak mau peduli lagi
Sampai tak ada lagi rasa sakit yang tersisa di hati
Kita masih muda jangan biarkan ambisi membunuh kita
Aku, aku contohnya.
Apa yang telah aku perbuat, oh~
Aku tak ingin tinggal di mata mereka
Yang kurasa sudah buta
& mereka tak menyadarinya
Lilin merah yang barusan aku tiup
Menyambut hari-hari yang akan mulai muram, suram
Tanggal lima belas bulan dua belas
Mereka yang telah memilih sebuah jalan
Yang mereka tahu adalah kegagalan
& mereka malu mengakuinya
Maka, segala kegagalan mereka
Mereka haruskan di pundak kita semua
Paling tidak, mereka tak merasa kalah sendirian
Semesta mereka yang mana?
Harapan, apa yang telah menjadi harapan?
& kini hitamnya kabut asap kian menghalangi pandanganku
Menutup nurani & hancurnya menara penjaga hati
Hidupku ada di tanganku sendiri
Kesalahanku sendiri jika selalu percaya
Pada orang lain, yang bernapas lain, ego lain
Hidupku singkat untuk merasa kalah
& malam itu
Malam tahun baru
Mimpi yang mengantarkanku sampai disini
Mimpi yang mengarahkanku bangun pagi
Terlalu baik untuk berkata jujur
Terlalu sadis untuk dimanfaatkan
Intinya masa depan, bagaimana dengan masa depan?
Aku selalu merasa tak hidup setiap waktu
Entah dahulu, entah sampai saat ini
Aku tak tahu apakah masa depan akan seperti itu lagi
Banyak hal yang ingin aku kerjakan
& batasan seperti ini seharusnya tak mampu membungkamku
Jalan keluar adalah resolusi tahun ini
Yang katanya tahun ini tiga-ratus-enam-puluh-enam hari

Komentar
Posting Komentar