Makna lain dari mematikan keakuan yang sebenarnya
Apakah mungkin gue sedang berada di sebuah fase dimana jiwa dan pikiran gue terjebak dalam perasaan tak punya kegelisahan? Gue tahu kalau gue sekarang ini sedang bergelimang masalah dan tak berada dalam situasi yang semua adalah baik-baik saja, tapi gini, jiwa gue sedang menganut yang namanya take a rest dan angkat kaki dari keadaan-keadaan yang membuat gue sungguh kelelahan, mungkin begitu.
Sampai-sampai berdampak kepada situasi dimana gue sulit untuk menuangkan segalanya dalam menciptakan sesuatu yang gue anggap sebagai "karya". Entah itu puisi. curhatan receh, journal, ataupun pandangan opini dalam sebuah hasil tulisan. Yang ada, gue memaksa secara mati-matian dan itu membuat gue sedikit putus asa dan itu sungguh menyebalkan.
Yang bisa gue lakukan adalah gue tetap harus peka atau mengeluarkan effort yang lebih lagi dan terus tenggelamkan diri kepada problema yang ada, dalam diam sembari menganalisa, terus berlayar jauh sekalipun dengan yang ada di sekitar gue ataupun dunia maya. Mengapa gue sampai melakukan sejauh itu, walaupun ada juga orang yang beranggapan kalau hal itu berlebihan? Alasannya karena gue suka.
Namun sekarang ini, gue lebih merasa semuanya penuh keterbatasan, kekosongan yang lebih unggul dan kesulitan menunjukkan adanya keresahan dan mencurahkan sebuah isi hati. Namun gue juga ingin lebih menghargai sebuah sosok tubuh dan jiwa untuk masa tenang dan tak mau memaksakan sebuah jiwa yang sedang kelelahan.
source: google images
Gue senang menganalisa, mungkin akan ada yang bilang itu sebuah keburukan ataupun kebaikan, gue menghargai pendapat dan mengapa mereka berpikiran seperti itu. Mungkin kembali lagi pada sebuah sudut pandang dan perspektif agar bisa meletakkan bagaimana seharusnya menganalisa untuk berada.
Gue mungkin bukan memilih untuk suka, tapi itu natural datang dengan sendirinya dan gue menikmati. Gue suka berada di zona "psikologi", itu juga menjadi alasan mengapa gue menjadi tertarik dunia kelam bernama politik. Yang agak sulit adalah untuk menjadi lebih baik dalam mengontrol bagaimana itu tetap di tengah dan seimbang.
Sekalipun sekarang gue sulit untuk berada dalam situasi "galau. Ada hal baik dan buruk, jika dari sisi hal baik adalah gue mungkin lebih tenang dan tak memaksakan situasi yang depresi, jika hal buruk adalah gue akan gelisah dan tak lagi merasa plong karena ada seperti diri gue yang hilang. Yang jadi masalah adalah hal baik dan hal buruk ini seperti bukan seperti sebuah side a dan side b, tapi seperti blend benar-benar blend jadi satu kesatuan yang baru dan membuat gue menjadi tak karuan.
Mendalami resah yang menjadikan gue menjadi lelah dan kini mungkin juga berarti masa jenuh, yang juga berarti gue harus menghargai keinginan diri gue yang lain, diri gue yang tak terjamah, yang lebih dekat dengan semesta suci, mungkin gue sudah terlalu melewati batas dan kurang baik untuk diri gue sendiri. Dan gue setuju, karena ini juga berarti dekat dengan hal yang gue pegang, keseimbangan (yin & yang) yang terkadang gue agungkan.

Komentar
Posting Komentar