Senyuman untuk terdahulu
Cerita hidup dua orang pemuda
Yang gejolak pada hari muda
Bersenang senang menikmati
Alunan duniawi yang sesaat saja
Senyuman dan pesona yang indah
Masa muda dan semangat jiwa
Dicintai oleh orang orang
Dan seperti tak terlupakan lagi
Sampailah itu semua berhenti
Merenggut senyuman ini semua
Membuat diri terdiam dan menangis
Melukai hati yang sudah begitu rapuh
Kicauan dari suara riuh menghening
Lampu sorot kian mulai meredup
Wajah wajah menunduk menghitam
Dan rasa sesal berdiri di atas tebing
Kenyataan pahit sebuah arti hidup
Penyesalan selalu mendampingi
Dentuman menjadi sangat keras
Menyelimuti semua penjuru jiwa
Dirumah yang beratapkan langit
Mencari cari sebuah jalan keluar
Dan mengepalkan tangan menatap
Sinis, terdiam terbayang masa lalu
Kini tersenyum dan mengikhlaskan
Mencoba menatap dan merubah
Tanpa mencoba tuk sembunyi lagi
Memberi senyuman untuk terdahulu
Yang gejolak pada hari muda
Bersenang senang menikmati
Alunan duniawi yang sesaat saja
Senyuman dan pesona yang indah
Masa muda dan semangat jiwa
Dicintai oleh orang orang
Dan seperti tak terlupakan lagi
Sampailah itu semua berhenti
Merenggut senyuman ini semua
Membuat diri terdiam dan menangis
Melukai hati yang sudah begitu rapuh
Kicauan dari suara riuh menghening
Lampu sorot kian mulai meredup
Wajah wajah menunduk menghitam
Dan rasa sesal berdiri di atas tebing
Kenyataan pahit sebuah arti hidup
Penyesalan selalu mendampingi
Dentuman menjadi sangat keras
Menyelimuti semua penjuru jiwa
Dirumah yang beratapkan langit
Mencari cari sebuah jalan keluar
Dan mengepalkan tangan menatap
Sinis, terdiam terbayang masa lalu
Kini tersenyum dan mengikhlaskan
Mencoba menatap dan merubah
Tanpa mencoba tuk sembunyi lagi
Memberi senyuman untuk terdahulu
Komentar
Posting Komentar