january #throwback
source: google images. january. dallas.
satu titik kecil di perjalanan kehidupan, semuanya seharusnya cepat, tapi pilihan hidup yang tidak sengaja pernah gue pilih membuat gue harus berjalan lebih pelan dan atau tidak bergerak sama sekali. namun sekarang gue berupaya mengelolanya, engsel-engsel diperbaiki sebisa mungkin, tidak mau menyalahkan lagi dan belajar untuk menerima.
sampai kapanpun gue menahan dan kabur, pada akhirnya yang akan terjadi tetap terjadi. gue pernah baca kata-kata lucu seperti ini, hidup itu seperti helikopter, aku tidak mengerti cara mengendarainya. kembali lagi, semakin lama gue menolaknya, semakin lama waktu yang gue habiskan nanti untuk harus balik lagi hanya agar menerimanya.
lagianpun, terlalu menunggu kebahagiaan dari sisi eksternal, gue tidak punya lagi, belum lagi, tim bola favorit sedang kalah-kalahnya, terjebak dalam lingkaran semakin dikejar semakin lari, semakin memohon semakin lagi gue harus cari cara untuk memohon lebih dahsyat. maka dari itu, gue mau memanfaatkan momen untuk menikmati kebahagiaan pas dia datang saja dan itu kesadaran dari internal batin.
karena film, yang baru gue tonton, gue merasa terinspirasi tentang ide bagaimana cara menjalani hidup ala tokoh di filmnya. entah sampai berapa lama kesadaran seperti ini akan bertahan, semoga tidak hilang dulu dalam proses belajar yang sedang gue tekuni saat-saat sekarang, sampai meresap dan berkembang jadi buah pikiran baru, ini baik untuk gue.
gue juga baru pulih dari sakit, tapi efeknya masih saja terasa, keringat dingin, masuk angin, perut mengisap seperti kurang makan, ini seperti alarm terbaru dari tubuh, untuk sekalian belajar menjaga kesehatan, kurang-kurangi mengisap rokok, bagus juga pikir gue, memang betul, demam dan flu sangat-sangat tidak enak, banyak kegiatan jadi terhenti.
sempat pergi ke luar kota untuk menghadari acara pernikahan teman lama, ternyata beberapa hari di sana, banyak sudut pandang yang gue temui dan menyusup menjadi pondasi, baguslah, gue butuh itu juga, banyak makan enak, menikmati hidup yang semu tapi bagus untuk pertumbuhan diri dan karakter, kadang pikiran harus lenggang, lenggang puspita.
tapi pulang-pulang sakit, ini harus dijalani rasanya, gue merasa ada sesuatu yang berbeda. jika ini takdir, yasudah, jangan menerka gue soal kata takdir di sini, pemahamannya pasti berbeda, percayalah. gue mau belajar kuat, gue harus kuat. kehidupan gue butuh itu. kepintaran gue ketutupan sifat pemalu dan kecanggungan seolah bawaan lahir, itu saja.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar