Cerita cerita sedikit

source: google images. sun in the afternoon.


Berbagi dikit nih ya, kenapa ya, akhir-akhirnya hambar gitu, masalah yang datang hilir-mudik bukannya makin reda, mukin malah makin menggempur segala sisi, apa karena semakin terbiasa? Semakin kuat dari yang sebelumnya, makanya begitu. Bukan sepelein sih, malah terkesan enggan. Tapi ya begitulah, hidup mungkin tidak pernah ada jalan keluarnya hingga akhir.

Selagi bisa makan dan tidur, itu udah berkah dan nikmat yang indah banget. Semakin sakit, semakin empuk, semakin empuk semakin lezat daging ini. Soalnya betul juga, saat ini yang seperti ini, bukan target gue, ada target yang lebih dahsyat di sana, panggung permainan yang mungkin ingin gue hidangkan di meja makan gue sendiri, ada jauh di sana.

Berjalan di jalanan yang dimana orang-orangnya sedang melempar kerikil membuat luka gores yang lumayan, seperti medan pertempuran sendiri yang menyenangkan, tapi tetap saja ini bukan perhentian yang gue mau, tahan-tahan dulu lah, sedikit kabur biar ga mati tengah jalan, berjalan dengan anggun dan perlahan melahirkan kharisma dengan sendirinya.

Esok ga tahu lagi dah, apa lagi hal tak terduga yang akan menghampiri, terkadang ini semua menghasilkan bahan bakar, yang memang berharga dan gue butuhkan, jangan menghindar soalnya nanti kan enggak gue dapatkan lagi, kalau ga sekarang, hal hal yang terjadi di dunia, gue percayai adalah gabungan dari partikel-partikel yang ga terbayang banyaknya, bergabung jadi satu dan melahirkan situasi di realita sekarang.

Semacam sihir yang tak masuk akal jika gue bayangkannya saat ini juga, nanti setelah bertahun-tahun jika ia penting, maka ia akan datang lagi kok dalam bentuk jawaban, atau engga sama sekali, tapi mungkin saja memang sudah menjadi tugas manusia untuk bertahan dan berjalan sampai ujung, entah hasilnya baik atau engga sama sekali.

Bisa makan dua kali sehari itu sudah nikmat, tiga kali deh minimal soalnya gue gym, dua kali mana cukup, habis lah badan ini, saat ini itu sih yang penting dan krusial, belajar di kamar sendiri dengan radio yang bersuara menemani. Dan bicara asmara, sejujurnya gue enggan dulu, gue ga mengerti sama sekali dengan manusia lain, lebih penting punya teman dan jaga hubungan, sayang udah lebih dari cukup.

Ngopi dan sebat cukup mampu mengalihkan dunia gue saat ini, terkadang bengong sesaat sebelum memulai hari cukup menenangkan dan melegakan, walaupun sesaat tapi itu cukup membuat gue bersyukur, susah untuk menjelaskan lebih, tapi gue ingin secara segera menyiapkan segala hal yang gue butuhkan, untuk meraih cita-cita.

Komentar

Postingan Populer