April #throwback

source: google images. may morning. painting in may


Yang berbuah yang memberitahu, terima kasih, walaupun berbalut rasa sakit dan ngilu, yang penuh luka dan membuat gemetar, tapi yang selain itu tak ada lagi, tak ada lagi pilihan yang gue tahu, jalani saja yang ada, berjalan menebas-nebas semak belukar, berjuang hingga kemana pun gue tidak tahu, yang gue tahu, gue ingin menemukan cahaya itu, cahaya yang bernama kebebasan.

Diam benar-benar memberi gue harapan, diam seperti tameng dan pedang yang indah, berbalutkan emas dan perunggu, bertempur layaknya gladiator yang tak takut mati dari luar, walaupun dari dalam penuh dengan seribu ketakutan, namun pada akhirnya terbiasa, terbiasa hingga tak takut mati sendirinya, bertarung seperti kematian adalah perpindahan tidur yang satu ke yang lainnya.

Kemenangan dan keberhasilan adalah sampul validasi dari eksternal, kita tak berhak mengakui sisi, tak berhak memintanya dan tak berhak membalutkannya pada tubuh kita secara serta merta, ia hanya identitas-gelar yang penonton-penonton koloseum sematkan pada diri ini, julukan yang menggiurkan penuh tipu muslihat yang melenakan.

Tugas kita, tugas yang gue mengerti hanyalah berjalan dari satu lorong ke lorong selanjutnya, walaupun gue jaminkan, ini tidak mudah, ini terdengar mudah karena gue hanya sedang mengucapkan ulang dari tulisan yang sedang gue bacakan dari buku harian pribadi gue yang setiap lembarnya penuh bercak darah dan kusut, beberapa waktu yang sudah sering gue tuliskan.

Gue tahu, gue tidak sendiri, banyak di jeruji besi tahanan, di lorong lain, banyak yang bersuara parau, seperti harapan di ujung tanduk, gue tak bisa menjenguk mereka, tak bisa banyak peduli pada mereka, sebab gue sendiri masih harus melepas borgol yang menggeliat di setiap sisi tubuh gue, besi, minyak dan luka yang menganga sinis menyakitkan tubuh.

Gue saat ini hanya bisa bertarung sendirian, tak bisa membawa orang, yang bisa gue siarkan dan bagikan hanyalah inspirasi dari rasa semangat, paling-paling daya juang yang bagi sebagian orang cukup bercahaya dan menginspirasi itu tadi, bagi yang menganggapnya bermanfaat, silahkan saja, gue hanya ingin berjuang untuk mendapatkan angin segar dari kebebasan itu saja, saat ini.

Seperti senja yang tidak tahu sinarnya begitu oranye, begitu indah bagi makhluk kecil seperti kami, padahal sudut pandangnya menatap ke arah segala penjuru alam semesta yang ada beribu hingga tak terhingga, bagi pemikirannya mungkin. ia hanya benda kecil tak terhitung ketimbang sesuatu yang lebih besar dari yang ia tahu di luar sana.

Komentar

Postingan Populer