thankful

source: google images.


Langit begitu biru terlapisi warna jingga penuh pesona di kala itu. Menjadikannya salah satu alasan buat gue untuk merasa tentram, merasa tenang dan penuh syukur, mimpi yang satu ini, yang gue yakin bisa terwujud berulang kali, tapi entah kapan akan lekas terwujud, harapan gue untuk mimpi satu ini adalah lekas terwujud lagi, menjajaki tiap langkah di masa lalu itu untuk kembali, walau tak pernah sama lagi.

Keberanian itu sendiri adalah obat penawar yang mujarab juga sebagai bekal, dengan porsi yang lebih namun normal akan membuat, terutama bagi diri sendiri, menjalani hidup ini menjadi penuh warna dan lebih hidup, harapan gue hanya satu, tetap percaya padaNya. Manusia membuat kesalahan yang terkadang melahirkan satu ketakutan kecil yang jika tidak disadari, ketakutan itu akan segera menumpuk.

Murni satu kata yang sekarang gue sematkan dalam nama pena gue, gue merasa membumi, merasa natural, merasa alami dan merasa murni, hidup menjadi tak sesunyi mencekam lagi, mungkin masih sunyi namun lebih ke akan sesuatu yang disebut ketenangan dan hidup. Esok adalah rahasia semesta, yang sudah semestinya gue tak terlalu terjebak dalam keinginan untuk segera hidup disana melangkahi hari ini.

Terima kasih, ujian-ujian beberapa waktu ini buat gue, untuk mencuci diri gue kembali, terlalu banyak salah, terlalu banyak kekacauan sendiri yang gue buat. Terima kasih kesempatan yang masih selalu ada, yang kadangkala saat-saat dimana gue sedang terjerumus jauh didalamnya saat pikiran sedang sempit-sempitnya, gue merasa harapan itu sudah tidak ada, sirna hilang entah kemana.

Pantai Ocarina, secepatnya gue akan kembali lagi, setahun-dua tahun gue akan kembali lagi padamu, engkau salah satu ibu penjaga bagi gue, ketika hidup sedang runyam-runyamnya, di kala itu, engkau ada buat gue walau tak sesering yang lain, namun, engkau efektif, menghibur, mengajarkan gue kembali, akan tempo yang tepat menjalani hidup ini kembali, seperti pit stop di waktu gue membutuhkannya lebih. 

Terima kasih, buat gue sendiri, masih tidak berhenti tiba-tiba mengakhiri karir gue dalam panggung sandiwara ini, masih mau bertahan dan berjuang bersama, napas yang melegakan, alat vital tubuh bahkan ledakan-ledakan kecil memori dan ide yang masih mengizinkan gue untuk terpikirkan harapan dan hari indah yang masih akan ada di depan sana, mengizinkan gue menjadi pecundang yang mau berjuang.

YIA, engkau juga akan gue sambangi kembali, berkeliling di airport menjadi sesuatu yang membuat gue kembali hidup walau sikit-sikit. Tapi efektif untuk selalu menjadi pengingat jika masih ada tugas belum selesai, masih banyak karya yang ingin gue ciptakan di masa depan, semoga alam semesta mengizinkannya, cinta dalam hati harus menyala, rendah hati dan ketenangan akan memeluk gue erat juga.

Komentar

Postingan Populer