January #throwback

source: google images.


Tahun baru telah berlalu, hari baru masih menunggu di depan sana. Gue hanya sedang terpaku atas apa yang diberikan semesta ini kepada gue untuk sebuah makna, untuk sebuah pelajaran. Mencoba memberikan sebuah senyuman atas hal yang datang menghampiri diri. Bersyukur itu seperti serangga cantik yang akan selalu datang di taman bunga yang indah dan wangi.

Tentu saja, kita semua ini ada kesamaan, ada banyak hal yang membuat gue insecure, ketakutan-ketakutan dari masa lalu yang masih belum usai, maka dari itu, sekarang ini, gue sedang berusaha dimulai dari yang paling kecil contohnya, menyadari keberadaan yang tak terlihat itu, yang selalu kita perbuat, taken for granted, kita hidup sudah seharusnya menerima hal-hal dengan sepenuhnya mental dan jiwa kita.

Ketenangan adalah kunci emas yang semua orang bijak punya. Entah ditempa dengan lempengan-lempengan luar angkasa seperti apa, entah sudah ditempa dari masa lalu atau suatu peninggalan luhur milik kakek-nenek moyangnya. Bagi kita yang tidak punya privilege langka seperti itu, kita bisa terus berusaha mencarinya, mencintai apa yang kita lakukan demi meraihnya, itu lebih dari cukup.

Pikiran itu punya semestanya sendiri, kita tidak bisa terlalu lama berada di sekitarnya, kita akan kehabisan napas, kita harus hidup pada semesta realita kita sendiri, hidup dengan apa adanya, semesta pikiran manusia satu dan lainnya juga berbeda, pada akhirnya kita hanya punya diri dan jiwa kita sendiri, keuntungan dari menerimanya adalah kebebasan. 

Tahun lalu adalah tahun peperangan, perang terhadap apapun kita tidak tahu, perang kepada ketakutan, perang terhadap ketidakjelasan dan perang demi meraih suatu harapan, itu yang gue rasakan, hidup gue sendiri, tapi semesta alam menjaga gue, ada menjadi tameng kuat dan penuh perlindungan pada gue, tapi sudah pasti, gue banyak dapat pelajaran dan gue lebih bijak dari hari kemarin.

Yang kita mau belum tentu indah, yang indah belum tentu punya kita, tapi yang kita tidak mau bisa saja itu lebih indah dan paling pas untuk kita, kita hanya perlu membiasakannya di awal untuk membuka penglihatan kita kepada sesuatu yang asing itu, tidak terbiasa, asing belum tentu tidak bagus, yang bagus (kelihatan bagus) hanya karena kita sudah terbiasa dan nyaman padanya.

Gue mau, kesehatan gue baik, pikiran gue jernih dan luas-panjang, banyakin percaya padaNya, banyakin sukacita dan banyakin bersyukur, kunci tiga ini walau bisa saja bukan emas namun tiga perak pun bisa saja setara dengan emas, bernapas lega, bernapas baik dan belajar bernapas, terima kasih untuk hal baik di tahun lalu dan hari-hari yang masih akan datang lagi, God is Good.

Komentar

Postingan Populer