Nada ria.
source: google images.
-ucap ia dengan tiga intonasi berbeda.
aku di sebelahnya, berjalan
sembari melirik ke kanan
kemudian berjalan perlahan
kuperhatikan air matanya turun
aku yakin itu bukan air kesedihan
apalagi wujud ekspresi kebahagiaan
terlebih-lebih kebal akan semua yang pahit
hingga getah tajam itu meleleh keluar
Nada ria.
menjelma putri bulan di siang hari
hangatnya cuaca juga mendingin
suka-cita tidak lama lagi berada disini.
esok akan ada badai
pesanku, mengikuti informasi di tivi
ia mengangguk perlahan dari ruang dapur
aku berharap esok bisa menemaninya di rumah
sayangnya tidak bisa
esok hari adalah final futsal
aku pemain inti, aku juga pivot
nomor 4 kebanggaan kampus mampu buat seisi stadion bergemuruh.
ia menontonku di siaran langsung
memberi komentar bernada dukungan
ia adikku, adik perempuan pertama
aku paling dekat dengan dirinya
kemenangan aku bawa pulang
pada akhirnya, memberikan sedikit senyuman untuknya
aku rencana membeli makan dari luar
sebagai hadiah dan sekalian makan malam.

Komentar
Posting Komentar