Me against everybody

source: google images.


Selamat datang. Pesta baru saja dimulai. Ini ambil gelas wine khusus untuk tamu dan silahkan langsung masuk, tempat duduk anda nomor 113. Sejenak angin dari kipas itu terlalu besar, rambut gue sedikit menjadi berantakan, gue tertegun dengan keanggunan dari penyanyinya, bergaun emas indah, malam ini dia pusat lampu sorotnya, dirinya dan musisi pengiringnya siap untuk melantunkan nada-nada gemilang.

Alunan balada yang berdenting dengan diiringi piano dan suasana positif, yang hanya gue sadari adalah gue begitu tenggelam untuk menikmati sang penampil tersebut, puisi yang ia ubah menjadi lagu kemilau itu, gue baru sadari ternyata puisi elegan  "un oiseau et le monde occidental" bisa merubah wujud menjadi alunan lagu indah nan pantas.

"Apakah diri gue mabuk laut?" Hanya saja gue begitu mencintai laut yang menjadi segaris ketika gue menatapnya semakin menjauh, angin dan burung sedang asyik kejar-kejaran di atas sana, bertingkah seolah tidak akan pernah kelelahan, ia percaya pada sayapnya dan juga pada kapal yang terlihat oleh kedua matanya.

Selamat siang, Tn. Apple. Sekarang gue akan membaca kisah-kisah yang anda tuangkan di buku yang sedang ada di meja baca gue di kamar. Saat ini gue tidak kemana-mana, seperti hari-hari biasanya. Masih ada 4 jam lagi sebelum gue pergi ke taman belakang rumah untuk memetik buah jeruk dan apel, jeruk dan apel yang cukup akan kami jual kepada kafe paman Harry di pasar.

Yuko, ia teman satu-satunya, ia juga tinggal di dekat rumah gue, hanya sekitar 7 blok bangunan di samping kiri, ia punya peliharaan kucing yang juga ia beri nama Yuko, ia menyayangi Yuko sama seperti ia mencintai dirinya sendiri, Yuko juga teman sekelas gue di kelas pelajaran olahraga, ia pandai bermain tenis dan juga bulu tangkis, ia mengajari diri gue beberapa teknik andalannya.

Yuko adalah sosok yang dingin dan pendiam, ia pandai di sekolah, tapi jika kami sedang bersama, ia adalah sosok yang hangat dan ia juga memiliki senyum yang manis, hari Jumat adalah hari kesukaan kami, setelah pulang sekolah di hari Jumat, kami selalu pergi ke museum sirkus dekat perumahan kami, sebab hari Jumat tiket museum sirkus diskon menjadi 50% saja.

Museum sirkus itu sebenarnya milik paman Yuko, museum sirkus yang dibangun 10 tahun lalu ini sudah menjadi seolah maskot di kota kami, orang-orang berlibur di kota kami, pasti salah satu destinasinya adalah museum sirkus tersebut, walaupun banyak sekali yang memprotes dan kritikan tegas datang dari sebagian komunitas sosial dan kemanusiaan, ia tidak menghentikan daya tariknya tersendiri.

Komentar

Postingan Populer