Lauren In Okinawa
source: google images.
terbang, mengabarkan pesan kerinduan...
langit yang lembut
musim yang tenang
seorang diri,
lauren dan impiannya
seputar sejuknya air laut
mimpi ini sudah ada
saat dirinya sembilan tahun
tak ada yang tak mungkin
pilihan yang sangat ia pertaruhkan
ucapan demi ucapan dan kabar burung
tepat ia acuhkan, tak melulu ia dengarkan
walau seperti melekat dan tatapan kasih ibundanya
ia tetap mencabut paku itu dari kayunya
ia tahu betul ini akan membekas, ia juga hargai pemulihannya
luka-luka yang tak semenjana ia tahu memberi dampak
sakit tetap akan menjadi sakit, orang lain tak peduli padanya--
selain wajah imutnya
senyum manis yang sesekali adalah palsu
selain hasil hasil menyenangkan
yang ia peroleh dari kerja keras semalam suntuk
selama berminggu-minggu
beratus-ratus jam
atau berbulan-bulan
mereka hanya tahu, itu hari spesial darinya
"hanya 1 hari spesial dari dirinya."
"mereka butuh itu dariku, relakanlah." -ucap lauren
ia juga sederhana
tak merasa lampu sorot ia yang beli
namun semua terlalu menekannya
menghalangi jalan kebebasannya
mengatur segalanya dan memporak-porandakan istana pasirnya
dan mereka tanpa pikir panjang dan tak sadar diri berkata "pilihlah jalan sesuai--
keinginanmu," -ucap semuanya terkadang dengan wajah senyum penuh bangga
yang padahal
jalan sesuai dirinya (yang untuk dirinya sendiri, bukan kepada orang lain) telah
diratakan diganti aspal.
kini ia bisa lebih memproses lagi dari awal penuh kasih sayang
karena kemarin ia terlalu lelah.
lauren indah dengan gaun biru langitnya
di pantai okinawa
menari bersama anak-anak kucingnya
muffin & gingle.
sekira ada yang baru mulai menyadari--
sikap mereka selama ini terhadapnya
mungkin penyesalan adalah surat kabar lama
yang terus dikirimkan ke rumah-rumah
ke bilik-bilik sanak keluarga, setiap pagi.
tapi ia benar-benar sudah tak ada lagi di dunia maya
telepon bimbit yang ia genggam akan mati untuk hubungan internasional.
selamat menempuh hidup baru, lauren ku tersayang.

Komentar
Posting Komentar