January #throwback
source: google images.
...adalah tentang menjunjung tinggi gengsi, itu yang utama, hueee.
Bulan kemarin apa yah? eee, ada satu hal yang gue pin-poin-kan, bahwasannya gue begitu berjuang demi meraih apa yang gue ingini dan gue bahagia karenanya yaitu kebebasan. Walau terkadang cara-caranya masih ada kekeliruan dan ada juga yang gue sesali namun itulah hidup, itulah gue, disitu letak keseruannya, terkadang...., memang dalam proses mencari, gue akan buta, namun gue akan belajar.
Gue hampa selama ini, gue ingin memutar-balikkannya, gue ingin sembuh, gue ingin bahagia, gue berjuang, cara kita tak sama namun apa salahnya empati dan saling memahami, namun itu pilihan, mau ya mau, tidak juga tidak, jangan menyikut, tapi terkadang juga semua tergantung konteks dan gue sedang belajar hal itu, mohon bantuannya. Dan oh, tentu saja juga tergantung sudut-pandang ;)
Gue mengerti, luka jika ingin sembuh jangan sering-sering disentuh, tapi kamu mengerti kah?
Perlahan namun tidak pasti juga termasuk bagian dari hidup, tak adalah hitam-putih, adanya pelangi di-dalamnya. Hal-hal adiktif sedang tinggi-tingginya, gue juga sedang mudah lupa, gue aneh sendiri, semua makin suram, gue makin hampa, gue ingin keluar dari liang-itu, luka-lama yang tidak gue mengerti, apalagi anda. Dan trauma yang signal sedang kuat-kuatnya
Kamar gue istana gue, gue harus dapat itu, maaf ini dan maaf itu, namun ini perlu gue lakukan, tak ada lagi tempat buat gue saat ini selain kamar gue, jadi markas itu harus mencukupi gue, tempat gue berbaring, tempat gue hibernasi, tempat gue menikmati sakit-sakitnya, tempat gue terapi, tempat gue berjuang dalam kesendirian dan tempat gue isi darah.
Apalagi yang lebih sengsara dari kesendirian? Adalagi... Yaitu, merasa sendiri saat sekitar kita ramai, itu gila bukan main, kesepian adalah seperti di situasi lingkungan ekstrem selain kutub utara, bertahun-tahun merasakannya dan berjuang dalam kesendirian jadi wajar jika saat ini gue merasa seperti tak butuh siapa-siapa.
Obsesif berulang, juga sama sengsaranya, terpenjara tanpa bisa berbuat apa-apa, tak ada rasa bahagia, tak ada kenyamanan juga. sekali dua kali melawan saja sudah sangat capek apalagi bertubi-tubi tanpa bisa gue tahu kapan dan dimana ia akan muncul, sebab itu adalah suar masa lalu, inner-child, trauma yang tentunya belum sembuh.
Pulihlah gue, gue ingin bernapas lega, gue ingin segera meraih impian, gue ingin melepas semuanya, belenggu, lingkaran setan, keterkaitan dan hubungan yang tidak perlu, sembuh dan tidak lagi menyimpan rasa sakit hati, gue ingin kembali senyum, gue tampan dan cerah pada masanya, walau bodoh dan tolol, tapi kenapa harus mati satu hidup satu? Kenapa tidak tumbuh saja hal baik di kedua sisi. :)
Komentar
Posting Komentar