FREEDOM IN MAKING QUESTIONS #3
source: google images.
Hanya ingin mengembalikan suatu konten/label yang pernah dibuat beberapa tahun silam, sebenarnya sedang tidak into it, tapi yasudah, hanya ingin menarik energi itu kembali, ada, ada nyawanya... tapi tidak begitu tertarik sekarang. Tapi kata panutan, buat yah buat aja, daripada nyantol lalu berdebu, kan ga enak yah? males bersihinnya soalnya...
inilah diri gue
yang lampau dan yang suram
masih saja terbawa hingga kemari
saat ini.
gue sendiri juga ingin melepas semua ini, pergi jauh dari semuanya, lelah akan rasa asing pada sesuatu yang sepertinya bukan lagi rumah, kayaknya, ini bukan lagi tentang benar atau tidak benar, ini tentang hidup, hidup singkat, namun mengapa hampir setengahnya gue tak bisa merasakan bahagia, benar, bahagia dimulai dari diri sendiri, namun jangan lupa ini juga termasuk; support system.
jangan lupa, sebab ada juga orang yang demi meraih suatu dopamin, ia mesti dibantu dengan obat-obatan, medis, sangkin ia tidak mampu lagi mengeluarkannya sendiri, mungkin suatu keadaan atau bagian hidup tertentu dirinya sangat terpuruk, sakit dan lainnya, dilain sisi selain itu genetik, jadi empati sangat diperlukan untuk kondisi-kondisi seperti ini.
seribu-dua ribu pertanyaan yang malang-melintang di dalam kepala, sudah saatnya dihempaskan keluar satu per satu, demi kebersihan diri dan mengurangi toksik-toksik yang semestinya tak ada di dalam.
ini dia
yang ada adanya...
yang sesuka-hati...
yang konyol...
mari merdeka sama-sama.
1. apakah gengsi itu sifat alami manusia?
2. apa benar empati itu bagian penting dari peradaban manusia?
3. apa benar ikhlas itu nyaris tak ada? sebab iya suci?
4. apakah inner-child memang harus diperhatikan?
5. apakah suara hati kita itu sebenarnya inner-child?
6. apakah julukan kepada manusia juga sama pentingnya?
7. apakah takdir sesalah itu dalam filsafat kristiani?
8. benar dan salah yang dianut masyarakat umum, apakah perlu kita percayai juga?
9. apakah yang lebih mahal dari uang? apakah ketenangan?
10. apakah rasis adalah naluri dasar manusia?
11. setelah melakukan mstrbs apakah gelombang otak alpha/theta ikut aktif?
12. selain mi instan, apakah ada lagi yang instan?
13. apa yang lebih kelam selain kesepian?
14. benarkah masa depan bagian dari masa lalu?
15. benarkah sudut pandang tidak bisa disalahkan?
16. apakah seekor ikan mas koki bisa mengerti apa yang dirasakan tuannya?
17. apakah di bagian dunia lain, ada kelompok yang mengkultuskan seekor kucing?
18. apakah 20 tahun dari sekarang gue bisa ke jepang?
19 atau bisakah 10 tahun dari sekarang gue bisa ke taiwan?
20. apa jalan untuk meraih sebuah kebahagiaan?
Dukungan
pada akhirnya gue sadar, sesenang bagaimanapun gue untuk merasa sendiri, yang namanya terlalu baik adalah tidak baik, hidup mesti seimbang, gue tetap butuh seseorang, namun kualitas, support system ada pada orang tersebut, siapapun begitu, gue mencari, gue berusaha, tapi caranya sesuai dengan gue, cocok sama gue, sisanya adalah doa dan izin semesta.
Komentar
Posting Komentar