November #throwback

source: google images.


Suat bagian hidup gue kembali menjalankannya lagi, mirip seperti siklus, atau memang ini siklus? Gue tak mengenal lagi, pahitnya hidup tak sepahit realita, "semakin ditolak semakin dikasih." -sebut Ujang, 25 tahun, anak bangor dari kampung sebelah. Sepertinya benar, yang bisa menghentikan kita memang bukan orang lain tapi alam itu sendiri.

Ikan mas dan ikan bawal di akuarium itu terlihat sangat tenang menjalani hidup mereka masing-masing, tapi siapa yang tahu lalu peduli dengan isi pikiran dan perasaan mereka? "Sampul lebih penting ketimbang dalemannya." -sebut mak Lamtah, ibu-ibu 52 tahun, usaha warung yang juga dari kampung sebelah, yang kalau berbicara muncungnya minta ditikam orang.

Pelarian terbaik adalah tidur, memang benar, tapi bagaimana orang-orang licik ini menikam kita dari belakang dari balik bayangan sampai kita tak mampu lagi tertidur, curang sekali, kebiasaan orang sini adalah selalu hilang fokus pada hal-hal krusial sehingga membuat gue tak tahan, jika itu adalah realita tinggal disini apakah itu bisa disebut keadilan?

Ada kata-kata dari pegulat internasional yang sekarang main film, perawakannya keras tapi ia seorang komedian juga dan mungkin baik kepada anak kucing berpita pink milik Ursula tetangganya, ia bilang "Ketika kamu fokus pada kamu, kamu tumbuh. Ketika kamu fokus pada hal tak berguna, hal tak berguna tumbuh." -Yah kata-kata tebal itu tertancap lumayan dalam pada hati gue.

Gue berjalan di lorong Red Arcade di suatu sudut kota ilusi terpencil yang cara masuknya melalui cermin. Shh, hanya sampai situ, ini rahasia, kalian yang membacanya cukup pendam dan diam. Haha, tak apalah, kalian juga tak bisa menemukannya... intinya gue menemukan semua inspirasi dari kertas yang melayang disana, tapi gue tak sempat mengingat sebab gue keburu kebangun, intinya gue akan kembali kesana lagi nanti...

....Tapi sebenarnya, gue hanya mengingat satu kalimat, "Jangan bodoh.." entah apa maksudnya, entah apa kata depan dan kata belakangnya, menggantung. Tapi walau hanya bagian itu saja, sudah bisa membuat gue tertancap kecil, iya gue sangat rapuh dan sensitif, sesuatu yang bisa membuat gue merasa adalah palsu. Hah, apakah itu?

Jika ternyata ikan-ikan itu hanya hologram, maka gue akan sangat gagal menjadi orang sensitif, gue benci validasi, gue benci pengakuan, tapi bagaimana jika algojo-algojo tangan besi itu sedang menahan diri gue di penjara sedangkan gue hanya sosok biasa yang kecil dan kempis? Mau tak mau gue jadi lapar sebab hanya itu makanan yang tersedia. 

Komentar

Postingan Populer