2021, the end game.

source: google images.


Bernapas memiliki dua makna buat gue, yang pertama, secara refleks dan sewajarnya. kemudian yang kedua adalah yang sepertinya paling dibutuhkan, dalam versi hidup seutuhnya. Hidup bahagia, hidup yang leluasa, hidup yang tidak sakit-sakitan secara mental. Kebutuhan jiwa, sebab bernapas yang menenangkan seolah memang bisa melancarkan darah untuk masuk ke otak, lalu bisa berjalan melalui hidup ini dengan tenang.

Logika menyempit, seolah hidup dalam sepetak kecil dengan tembok dinding meninggi, rasa sempit, sesak napas, seolah membunuh dengan perlahan dan rapi. Kesepian memang tentang jumlah, dalam keramaian yang asing adalah pembunuhan karakter dan mental yang akan segera runtuh, validasi kini memang tak berarti namun, mesin ini telah rusak oleh virus-virus yang sangat menginginkan validasi. Perlu diperbaiki.

Langkah demi langkah sudah gue susun, tinggal bagaimana gue bertahan dan mengontrol segala aspek dari luar, kau tak akan mengerti, sampai kau berada di posisi gue saat ini, tidak penting untuk kau ada di posisi gue atau tidak, sama dengan kau untuk tidak perlu mencampuri urusan yang kau ketahui hanya sesuai pikiranmu saja, secara kewarasan hal dari luar tidak penting, namun posisinya gue tidak waras, segala trauma, segala kesakitan, segaa luka ada disana yang kau tak pernah melihatnya.

2021, tahun yang fantastis, aneh sekaligus banyak juga meninggalkan luka, yang tak gue sadari ternyata lumayan banyak, gue ampun-ampunan menjalaninya, gue harus melangkah jika terlambat satu detik saja resikonya adalah terciptanya pikiran putus-asa yang mengatakan jika 5-10 tahun kedepan ini semua akan berakhir sama saja. Dan gue tidak mau.

Siklus lingkaran setan ini mengerikan sekali, sampah yang dilemparkan orang lain dan mengenai kita, tidak bisa orang lain ambil lagi, mau tidak mau, kita yang perlu mandi, membersihkannya dan merawat yang telah rusak dari kita itu sendiri, kita yang sakit, kita yang dipaksa mengerti, kita yang ingin merubah, kita yang berubah.

Putus asa sangatlah kelam, satu petunjuk saja buat kalian yang tidak bisa merasakannya, jangan cepat menghakimi, mencoba memahami saja, percaya semua ada alasannya, selalu betanya kenapa-kenapa-kenapa, kenapa dia bisa gitu, kenapa ya?, kenapa dia marah begitu, kenapa dia sedih begitu, dia dramatis pasti ada alasannya atau paling tidak diam sajalah, sudah benar itu.

Sebab yang mungkin saat ia ingin speak up dengan kondisi dia yang masih stadium satu tapi karena dia cepat menyadarinya, ia melakukan speak up, dia berjuang, dia cari perhatian, cuma kalian menganggap dia badut, ya benar saja, ia pun stadium empat, dan tali itulah yang jadi pegangan dia, maksudnya tali silahturami. :)

"Lah dia baru stadium satu, caper, lah gue stadium seratus." - ya bukan berarti mental kepiting juga, ya berarti giliran kamu dong speak up, atau cari bantuan atau apapun sesuai kebutuhan kamu, bukan berarti meyikut ia yang punya keunggulan menyadari, satu atau empat tetaplah sakit, empat lebih sakit, namun bukan berarti yang satu itu ga di cap sakitkan?

tergantung konteks kawan, yah ngerti kok, mereka mereka ini yang seolah caper memang bikin emosi, ilfeel mungkin, bikin gemas atau apapunlah, ya kalau ga nyaman utarakan, atau pergi saja, asal jangan keputusan besar mereka kelak kamu sesalin, inilah itulah. Keputusan besar maksudnya,  menjauhimu.

lah memang pada dasarnya, bertanya why dan mencoba memahami kan lebih membuat pikiran terbuka kan? Apalagi banyak kok gue lihat orang orang ini sekali bisa baca pikiran lah, isi hatilah, ya ini bertanya why mirip kok dengan membaca pikiran, dantermasuk kuncinya kan? Hayoloh.. Karena siapa sih yang kalau bisa dapat kenyamanan dan kesenangan ga mau? Mereka semua sakit, mereka mau sembuh. Mereka juga hasil dari mungkin kekerasan, ketidak-adilan orang diatasnya.

Intinya hanya ingin mencoba utarakan apa yang dirasakan orang sakit yang ada disekitar kita.  


Semoga ini adalah End Game, itu. dan tumbuh bibit baru, untuk masa depan, tidak ada instan, tapi satu akar harapan baru akan menjadi harapan baru untuk akar-akar usang lainnya, demi rerumputan yang indah di padang hijau...

Komentar

Postingan Populer